10
Feb
08

WeLcoMe

Manusia mana yang minta dilahirkan menjadi miskin?
Jelas tidak ada…Dan Tuhan telah mengatur itu sedemikian rupa, dan Tuhan juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua umatNya untuk memperbaiki nasib masing-masing. manusia. Keprihatinanku terhadap bangsa yang dinilai tidak mendapatkan kehidupan layak membawaku menelusuri berbagai kehidupan. Amat teramat banyak profesi yang kecil yang mereka jalani, tanpa mereka kita tidak akan menemukan sebuah pasar yang menjual bahan-bahan pokok, tidak akan menemukan penjaja makanan-makanan kecil di pinggir jalan, tukang service berjalan, tukang kunci, pemulung yang bersedia mengangkut sampah-sampah kita, tukang sapu jalanan, tukang parkir atau hiburan kecil dari pengamen, pembuat gula merah, penjaga mercu suar, sopir angkot, satpam, buruh, tukang cuci dansebagainya. Sebuah pekerjaan berpenghasilan rendah tapi terkadang manfaatnya sangat besar bagi kita. Hal yang langka untuk kita sadari bahwa keberadaan mereka sesungguhnya cukup berarti.

Kita bahkan sering mengacuhkan keberadaan pengamen yang sedang menyanyi parau di dekat kita karena kita merasa sangat suntuk atau sudah terlalu letih untuk mendengar dia bernyanyi. Sayangnya ia-pun terlalu letih untuk bernyanyi lebih baik agar membuat Anda menyenangi persembahan darinya. Lalu bagaimana pula dengan anak-anak kecil yang kerap kali membahayakan nyawanya sendiri di antara hilir mudik kendaraan, hanya untuk sekedar membersihkan kaca mobil Anda yang sebanarnya baru saja sopir Anda cuci? Atau bagaimana dengan seorang pemulung yang memungut barang yang sudah Anda anggap tidak layak pakai? Sebuah kisah hidup yang tragis dan penuh kontradiktif… Anda juga bisa membayangkan mereka hidup sebuah ruangan kecil yang terbuat dari bekas-bekas kardus mencoba bertahan di antara pergantian cuaca yang tidak menentu, beralaskan tanah tanpa perabot seperti di rumah Anda, tidak ada tempat tidur yang empuk, tidak ada WC duduk serta air bersih bila Anda ingin membuang hajat, dan tidak pula ada sebuah jam dinding untuk mengingatkan waktu yang terus bergulir… Mari sejenak berfikir, seperti apa mereka kuat bertahan hidup, atau bagaimana mereka menjalani rutinitas pekerjaan berat dan biaya yang tidak pernah sebanding….
Banyak sekali teori-teori kecil yang memberi argumen tentang penyebab kemiskinan. Ada yang bilang karena memang sudah nasib, ada yang bilang karena pendidikan yang tidak memadai, individu yang malas berjuang dan berusaha, pembangunan tidak merata, kebutuhan hidup yang semakin tinggi…terlepas dari apapun penyebab kemiskinan itu sendiri. Saya dan Anda masing-masing memiliki pertanyaan yang berkecamuk.

Lalu bagaimana dengan berbagai upaya yang terus digalakkan oleh Pemerintah untuk mengatasi kemiskinan? Terlalu banyak dan sayangnya memang tidak pernah benar-benar merata atau adil. Sering kali oknum-oknum tidak bertanggung jawab sudah ‘kenyang lebih dulu’… Rupanya negara ini tidak hanya miskin kesejahtraan tapi juga miskn mental….Salah satu upaya Pemerintah adalah dengan memberikan Kartu Akses Gakin atau Kartu Keterangan Tidak Mampu untuk kesehatan warga miskin, dan Kartu Kontrol untuk pengurusan KTP dan sebagainya. Tapi satu lagi kenyataan miris yang terjadi belum lama ini, seorang warga miskin yang sedang sakit di tolak oleh tiga Rumah Sakit meski sudah membawa secarik kertas dari pemerintah tersebut. itu artinya pemberian ‘kertas’ itu tidak konsisten dan nyaris tidak bermanfaat bagi warga miskin…Diskriminasi seperti ini membuat saya pribadi merasa sedih.

Benarkah kita adalah bangsa yang miskin kepedulian, kasih, ketulusan dan hanya hidup bersolek oleh gaya hidup semata??


3 Tanggapan ke “WeLcoMe”


  1. Februari 10, 2008 pukul 10:37 am

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. 2 dhida
    Maret 2, 2008 pukul 6:32 am

    anak makassar juga ta’…
    ..wah..ada bakat Nulis nigh..
    Semangat, LanjutKan..tapi keNapa kesannya ini blog ta’ diwordpress kurang terUrus di’..hehehe

    Langsung Ka ingat ma Eko Prasetyo, dengan semua bukunya (serial dilarang miskin)…Kayakx bakaL ada pelanjutnya ini Bang Eko….

    Salam KeNal…
    Makassar dagh berkembang sekali mi di’…(secara siapa dulu dunks WapResx..)..hmmm…tapi banyak kontras pemandanganya..didepan memang gedung2 tinggi, keren..tapi dibelakangnya dunkz itu gedUng…masih mau jauH dari standaR hidup waJar…

  3. 3 sarahtidaksendiri
    Maret 2, 2008 pukul 3:37 pm

    To: Dhida
    iyyya…..aQ jarang sekali punya waktu untuk ngurus blog ini, lagian aQ juga msaih harus banyak belajar bikin blog yg beneer n serius.. :) Insya Allah degh…sebenarnya jg aQ punya banyak rencana ttg blog ini..tp blm terealisasikan (pengen bgt mweujudkan semuanya)..Amin…


Tinggalkan Balasan




OWNER - SRH

KALENDER

Februari 2008
S S R K J S M
    Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

MY TWITTER

YG AQ RASAIN SKRG

    follow me on Twitter

    tracker

    GUDANK

    KATEGORI

    YG MAMPIR

    • 35,006 hits

    PERNAK – PERNIK

    BELAJAR SEO

    RSS sarahtidaksendiri

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.