Pernah ku berfikir untuk memberi yang terbaik bagi orang-orang yang aku cintai dan yang kukasihi. Tapi, kenyataannya memberi sesuatu yang bernilai dan berharga ternyata bukanlah hal yang mudah, Tidak semua hal yang bisa kita berikan didasarkan harganya tapi paling tidak ada pengorbanan kecil didalamnya.
Bagi orang-orang sepertiku yang belum memiliki penghasilan tetap sendiri, akan terus berusaha memikirkan seenggak-nggaknya sesuatu yang murah untuk diberikan kepada orang yang dikasihi.
Saya tidak akan berbicara tentang makna dan harga sebuah benda, sebab saya tidak memberikan benda apa-apa kepada orang-orang yang aku kasihi, juga tidak akan kuberikan petuah atau nasihat sebab, akupun tak pernah cukup pandai mengamalkannya. Maka aku akan memberi sesuatu yang harga nominalnya tak pernah tertera di kemasannya dan langkah awal untuk memberi adalah keberanianku sendiri. Sebab tak ada benda mahal, atau barang bagus yang kuberi, ketakutan, ketidak percayaan diri, cemas dan ketakutan harus kuenyahkan untuk memberi sesuatu yang berarti.
Adakah mereka menerimanya…temukan jawabnya saat aku telah memiliki kekuatan tersebut untuk memberi…
Indah nian memberi tanpa pamrih, berbagi dengan ikhlas dan tulus untuk menghargai pemberian yang tak ternilai…
aku bahagia melihat senyummu…





mari berbagi..
Sarah : Tapi ada jg lho, yg g bs dibagi…hehe
memberi tanpa berharap pamrih …
duh, ak tiap memberi slalu berusaha biar ihlas bgt.
tp gtw deh. mudah2an aja
Sarah : Wallah, hehe…mudah2an setelah niatnya bs lbh baik lg dan akhirnya g hanya memberi manfaat bg org lain tp jg buat diri sendiri..amin
Jangan khawatir untuk memberi…. ^_^
Sarah : Yup, karena srg kali memberi biasanya membawa perubahan
ada kalanya pengorbanan dan pemberian kita untuk si dia malah berbalas sakit hati yang tidak terkira….. T_T
*pengalaman pribadi*
Sarah : Wah, tp bukan brrti, jd enggan lg untuk berbagi dan memberi khan…suatu hr nanti bakalan ada saatnya koqkebaikan Qta akan dinilai dan dianggap berarti
Tidak perlu kekuatan khusus sih untuk memberi…. merem aja, dan iklas…
Sarah : Awalnya sy jg berfikir seperti itu, tp ternyata, kdg2 untuk memberi Qta sering g pd, dan takut klo2 ternyata akan mengecewakan org lain…hehehe..bener tuch, merem aja dech…point ikhlas-nya mantap
memberi… ya…? aku udah memberi apa? T.T memberi komen… hehe…
Sarah : Yoa, makasih ya, udah mau memberi komentnya..hehe
Ini dia postingan yang mencerahkan
Yup ayo terus semangat berbagi dengan tulus
Karena dengan itu hidup kita berarti
Sarah : Terima kasih…atas komentya yg juga mencerahkan….
Hidup ini memang untuk memberi dan menerima. Hanya saja bila kita pamrih, apa yang pernah kita berikan seringkali justru berbuah kekecewaan.
Saya tersentuh dengan tulisan Sarah di paragraf terakhir. Meski saya yakin untuk melakukannya tidak semudah mengucapkannya, tapi kita harus senantiasa belajar ikhlas/tulus saat memberi dan menerima… yah selalulah dengan senyum…
Sarah : Terima kasih, nice comment…mari memberi dan tak berharap banyak ttg menerima, sebab Tuhan selalu memberi keadilan dan sesuatu yang baik untuk kita…amin…
Lebih baik memberi daripada menerima. Jadi, berikanlah komentarmu di blogku…. he..he…!
Sarah : Heheh…ok, aQ akan main kesana dan memberikan koment smape puas…
dan yang inilah yg bikin kita menambah wawasannya dari tulisanmu, kawan.
selamat malam dan salam hangat selalu
Sarah : Terima kasih, dan komentnya selalu membuat sy tersenyum..met siang dan terima kasih atas kehangatan atas persahabatannya
memberi dari hati
Sarah : Dan menerima dgn menghargai…terima kasih udah mampir…
yang penting iklas ……..
walaupun sedikit kalo iklas akan menjadi berkah bagi yg menerima dan pahala bagi yg memberi…..
Sarah : bener bgt mas….yg terpenting bagaimana hati Qta memberikan sesuatu kepada org lain…
kalau saya lebih suka memberi kepada orang orang yang tidak mengenal saya … senyumnya sempuran gitu
Sarah : Wagh, mbak ini mmg luar biasa…sungguh mulia y…hehe..senyum khan ibadah jg mbak, apalagi senyumnya mbak rindu khan manis bgt
Saya Malah Kebanyakan Diberi dengan Pamrih ..
Sarah : Wagh, yg penting Qta bisa menghargai dan tak bersikap sama…Qta doain aja ya semoga nggak hanya diberi dgn pamrih…
mbak pemikirannya bagus banget
Sarah : Mmm..aQ rasa banyak orang lain yang berfikir jauh lebih baik daripada saya, sementara yg Qtuliskan hanyalah berdasarkan orang-orang terdekat saya yang selalu mendukung saya…makasih udah mampir ke blog saya…
Perhatian dan Kasih Sayang adalah pemberian yang tak ternilai harganya dan sangat bermanfaat bagi yang menerimanya…..
Salam dari jauh.
Sarah : Yup, nice….semua datangya dr hati, pasti membuat yg menrima jd bahagia….Salam sahbat balik dr jauh
aq juga ‘ra…
“aku bahagia melihat senyummu…”
halah…
Sarah : Hehehe..liatin aja terus mas, dijamin langsung ngais2 tanah…
bagaimanapun tangan di atas lebih baik daripada di bawah. Nih saya kasi sate ayam mau? hihihi
Sarah : Mau dounkz….aQ ikhlas nerimanya *lho?!*:p
sungguh indah ya berbagi itu.
dan berbagi senyuman adalah bagian dari sedekah dan obat penentram jiwa.
semangat!!!
Sarah : Semangat jugggaa…..makasih udah mampir
for the world you maybe one person.. but
for one person you maybe the world..
ini tulisan disalah satu wallpaper punya harun yahya.. yang tak ambil buat http://snba1992.wordpress.com
face each day, with both eyes open wide..
and try to give… don’t keep it all inside..
=== dream theatre.
Sarah : The world is created for human and the human is created to leat and utilized and everything on it
Makasih buat pesannya
Memang ada pernyataan semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita akan menerima. Selamat berbagi, mbak Sarah..
Sarah : Iya karena ada yang bilang berbagi itu tak pernah rugi *masa secgh* hehe, makasih udah mampir ya