Sudah menjadi hal yang sangat biasa bahkan terlalu umum untuk kita katakan berulang-ulang. Tentang Indonesia, pasti membicarakan Budaya, keragaman suku dan keramahan bangsa, serta sumber daya alam yang melimpah ruah. Tentu saja hal ini selalu kita prioritaskan. Meski, sekarang hal ini mungkin bagi sebagian orang yang yang biasa mendengarkannya akan sangat jenuh. Tapi sahabat, rasa cinta kepada bangsa ini yang membuat ‘kata-kata’ di atas terlalu berarti dan terlalu mengakar dalam benak setiap sanubari kita sebagai bangsa Indonesia.
Dan hampir semua orang tahu, bahwa bentuk keprihatinan dari bangsa ini adalah kurang tepatnya penanganan kita pada potensi-potensi kekayakaan kita ini, termasuk sumber daya alam. Kita boleh bilang, sumber daya alam kita melimpah, tapi tidak demikian dengan sumber daya manusianya yang bagaikan harta karun tersembunyi di sebuah dasar laut *I hope so, daripada nggak ada sama sekali*. Sahabat, banyak orang cerdas di Negara ini, dan banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan bangsa ini untuk memajukan negeri. Perekenomian, budaya, politik, sosial. Tapi semua ini belum maksimal.
Okey, disini Kita tidak akan berbahasa tingkat tinggi untuk menjelaskan keadaan di negeri ini, kita pun tidak akan merumuskan berbagai pendapat-pendapat orang-orang hebat di dunia ini, atau pun menyatukan berbagai macam teori-teori ketatanegaraan. Tapi kita akan berbicara dengan bahasa kita sendiri,yang simple, nggak rumit dan nggak muter-muter. Hehe.. *Bilang aja emang dasarnya g pinter* bahasa apa adanya, dan pemahaman yang ringan sebab, sesuatu yang terlalu tinggi belum tentu memberikan sumbangsi besar pada keadaan negeri ini *iya..ya…cukup bagus untuk menutupi betapa tidak pintarnya diriku untuk membahas sesuatu terlalu tinggi*
Apa yang sebenarnya di butuhkan Negara ini? Orang-orang yang pintar berdiplomasi, orang –orang yang pintar mengelabui bangsa dengan poster-poster dan baliho-balihonya yang menarik? Sahabat, yang kita perlukan adalah orang yang tidak hanya cerdas, tapi memiliki nurani dan rasa tanggung jawab yang besar pada negeri dan bangsa ini.
Dan menurutku secara pribadi, kuncinya adalah pendidikan, pendidikan dari segi keterampilan dan moral, yang kita butuhkan bukan hanya orang-orang lulusan dari universitas-universitas luar negeri yang datang dengan membawa banyak teori hukum, politik dan ekonomi kemudian berdebat, rapat dan hasilnya menjadi tulisan hitam di atas putih belaka. Tapi, Sahabat, kita tak perlu menyalahan orang-orang besar seperti itu, tapi imemajukan bangsa ini di mulai dari diri kita sendiri dan yang paling terdekat. Belajar serta menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi kepada negeri. Tak perlu pendidikan tinggi, tapi yang kita perlukan adalah kesungguhan kita untuk terus belajar demi bangsa. Kepekaan sosial kita pun demikian, sahabat, banyak saudara-saudara kita yang tak mengenyam pendidikan seperti kita, maka kewajiban kita-lah untuk memajukan bangsa dan Negara ini bersama-sama. Memberikan pendidikan dan membagi pengetahuan kita pada sauadara-saudara kita yang kurang beruntung, semoga kelak kita bisa memajukan negeri dan bangsa ini secara bersama-sama. Menumbuhkan kepekaan, cinta dan moral serta akhlak yang berbudi luhur…









59 tanggapan kepada “Harapanku untuk negeriku”
senoaji
Februari 11th, 2009 pada 19:12
kesadaran aja, sadar negeri yang katanya sudah menghasilkan prof.2 arogan[gak smua, tapi hampir semua] anak2 ajaib dengan prstasi internasional[lebih seneng nongkrong di ausie, ketimbang cengoh dinegerinya sendiri] dan seabrek lainnya, sadar bahwa kultur terjajah akan selamanya bercokol dalam moralitas kebangsaan kalo tidak ada niatan untuk mengubah untuk menjadi sedikit2nya lebih baik dari setahun kmrin
Sarah : Kesadaran itu mmg sangat perlu, bahkan untuk kasus seperti ini, apalagi melihat perkembangan pendidian yg sedemikian cepat tapi mengapa negeri ini masih begini2 saja? Ada kesadaran dan rasa tanggung jawab yang lebih harus ditangguhkan, orang2 excata, rata dikirim ke Jepang, merekalh yang memiliki potensi besar untuk mengelola sumber daya alam di Inndonesia sbnrnya, smntra org2 sosial dengan kepintaran diplomasi yang tinggi justru di datangkan ke Indonesia, dar sekolah2 jauh ke luar negeri, dan hanya bisa berbicara.. BEntuk keprihatinan terhadap bangsa ini mmg bnr2 seakan bdrsr dr kurang pemahaman ttg hal semikian, untuk itu pengembangan ilmu pendidikan dan rasa tanggung jwab mesti menjadi penanganan peting yg hrs di perhatikan oleh semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali…
Well, mkasih udah mampir ke blogQ
salam kenal
phiy
Februari 11th, 2009 pada 22:20
amiin…itu kenapa aku milih jadi guru :]
Sarah : Dan aku adalah anak yg pandai menjelskan sesuatu, makanya tak cocok jd guru, tapi bila membagi bbrp hal tentu akan aku usahakan. bukankah berbagi itu menyenangkan…hehe
masciput
Februari 11th, 2009 pada 23:38
yang kita perlukan adalah orang yang ikhlas berjuang untuk bangsa dan negara!
Sarah : Betulll…setujuuuuuuuuuuu
Ekonikoe AN
Februari 12th, 2009 pada 00:44
Tak dukung pemikiran Kamu, mbak! Karena, begitu pula harapan aku dan kita semua…
Siapa yang nggak merasa tak bosan hidup dalam situsi negeri seperti sekarang ini?
Sarah : Hehe… iya, harapan Qta semu pasti sama, yaitu yang terbaik selalu untuk negeri dan bangsa ini.. Dan aQ berharap sangat besar pada pemimpin2 besar negeri ini, untuk mendahulukan itu juga…
mksh y udah mampir k blogQ
salam kenal
fans setianya sarah asli ga pake telor
Februari 12th, 2009 pada 00:53
bener mba ,tapi terkadang jadi guru seperti buah simalakama bila ada murid yng minta ampun bandelnya ,kita sebagai guru hanya bisa membimbing kalau merasa sudah tidak sanggup yah dengan terpaksa pihak sekolah mengembalikan pada orang tua,dari pada satu sekolah di buat repot dengan ulahnya yang ke gini baiknya di apakan yah
Sarah : Hahhaa.. klo itu lain lagi masalahnya… kepribadian tiap orang termasuk anak2 khan mmg beda2, begitu jg ketahanan seseorang (guru) terhdp seorang muridnya.. jd..hayooooooo…siapa yg bs menjadi guru kebal…hahhaa
sunarnosahlan
Februari 12th, 2009 pada 01:22
masih banyak masyarakat kita yang tingkat kesadaran belajar rendah. Coba saja lihat data Pemprov Jabar, IPM nya jauh di bawah Jateng, padahal lebih dekat ke pusat pemerintahan. Pengalaman saya sendiri sangat berbeda tradisi masyarakat tempat saya asal dengan tempat saya yang baru. Bahkan kepala desa saya yang pertama mengatakan: “Kalau punya hajat mantu (pesta perkawinan) sisihkan sebagian biayanya untuk biaya sekolah anak-anak kalian” (ini terjadi sebelum saya lahir). Berbeda sekali dengan tempat sekarang saya tinggal, yang penting kerja, entah sekolah atau tidak.
Sarah : Nggak bs dipungkiri y mas..kejadian sprti itu banyak terjadi di daera2h pelosok, dan ini lah yang seringkali tidak di sadari oleh masyarakat tsb, bahwa banyak skali sbnrnya potensi2 luar biasa …
semoga hrpn Qta smw dpt trwujud…. amin…
idham
Februari 12th, 2009 pada 01:27
sebenarnya aq juga pengen berjuang, tapi selama ni aq disibukan urusan mengatasi kesulitan hidup jadi ga bisa konsen he…he…. Mungkin enak ya jadi orang yg berkecukupan sehingga ga repot mikiri kebutuhan, jadi hidupnya untuk perjuangan…enak tuh hidup bermakna spt tu..
Sarah : Mm… iya, g bs Qta pungkri, banyak sekali org yg mlki brbgaia keaibukan, jdnya g bs ebantu banyak… tp tenang, aj, klo ad waktu luang, jg bisa kok.. tul g? Hehehe.. aQ rs seua hidup dan pilihan itu mlki resikonya masing dan semuanya memerlukan perjuangan…hehee.. *sotoy*
kyra.curapix
Februari 12th, 2009 pada 01:29
hidup indonesia
merdeka
Sarah : Hehehe… merdeka… semangat
Billy Koesoemadinata
Februari 12th, 2009 pada 02:49
pasti ini postingan buat bugiakso ya?
tapi koq, isinya jadi mirip sama prabowo?
Sarah : bener…hhe… hah mirip sm siapa? Prabowo? wallah, kalau ada kemiripan, maka hal tsb, murni ketidak sengajaan..hehehe
Ririn
Februari 12th, 2009 pada 03:14
Setuju banget mba Sarah, yang kita perlukan adalah orang yang tidak hanya cerdas, tapi memiliki nurani dan rasa tanggung jawab yang besar pada negeri dan bangsa ini.
Kyknya byk yg enggan jd guru, krn lbh memilih gaji yg gede.
Tp alhamdllh selama 3 thn sy msh diberi kesabaran mendidik laskar2 kecilku (les privat) meski ga nyambung dgn ilmu yg sy dpt dibangku kuliah…
Saatnya kita berubah demi bangsa ini..(haduh kyk caleg aja
Sarah : Iya, dilema mmg untuk kasus sprti itu, antara ekonomi keluarga dan antara panggilan jiwa untuk berbagi ke pada sesama *lebai* Mslh nyambung nggak nyambungnya mata kuliah n plrjn yg Qta beri sm org lain, mah g pernah jd mslh, selagi kita mampu… tul g/ Hhehe.. Semangat
semoga Allah senantiasa memberikan rahmatNya kpd org2 yg ikhlas berbagi…. amin…
roy saputra
Februari 12th, 2009 pada 04:51
sense of belongings nya mungkin kurang ya. kalo kita merasa kita ga bisa lari dari sini (karena ini tanah air dan tempat kelahiran) pasti pada mau ngebangun indonesia.
Sarah : iya… kbnyakan org g mmlki rs tanggung jwb dan naluri untuk membangun negeri scr bersama2 serta mmjukan khdiupan brsma, karena mmentingkan dan hanya mmkirkan diri sendiri dan golongan…. mmmm
mksh y udah mampir k blogQ
salam kenal
aCIst
Februari 12th, 2009 pada 06:07
Bangsa dan Negeri kita tercinta Indonesia sedang membutuhkan keprihatinan, jika orang2 yang ada di Indonesia tidak bisa prihatin maka akan seterusnya seperti ini
Menurutku kesalahan adapada orang2 yang hidup di Indonesia yang tidak akan pernah merasakan puas terhadap apa yang telah di berikan Tuhan kepada kita, padahal kalo dipikir, Indonesia mempunyai sejuta ladang yang jika di manfaatkan akan menjadi bahan untuk Indonesia kedepannya, bukan malah dijual untuk negeri lain
CKCKCKCKCK
Sarah : Itu karena sdkitnya bangsa Indonesia yg bs dan handal mengelola sumber daya alam di Indonesia…
Qta shrsnya bljr dr ngr2 lain, terutama jepang… jd sumber dy alam Jepang yg jumlahnya g banyak, tp bs berkembang pesat karena mmpu dan jeli mengelola keterbatasan suber dy alam mrka.. Ini sbagai contoh aj y.. heheh…
tp Qta jg harus yakin dan optiis, klo Qta pun bs melakukan hal yg sama, gpp kok di mulai dr yg terkcil.. Qta bs brbgi pd sesaa untuk bljr dan eningkatkan pendidikan serta bagaimana menumbuhkan rs cinta dan berbagi pd sesama…
semangat
hehe
tukangobatbersahaja
Februari 12th, 2009 pada 06:19
Berhubung mau PEMILU ini, pilih calon yang terseleksi agar Indonesia ini bisa tambah maju dan lebih kuat.
Sarah : Bner banget… Qta hrs jeli s calon2 pemimpin bangsa…mm… hehe
dr mn aj, lama g muncul y?
Lala
Februari 12th, 2009 pada 07:51
kekayaan alam kita banyak diambil ama asing
contohnya minyak bumi… dan masih banyak lagi yang lain
Sarah :Bener banget mbak.. sdh saatnya Qta mengelola dan meanfaatkannya sebaik2nya… hehe
rahmadisrijanto
Februari 12th, 2009 pada 08:00
hmmm,
jadi seperti lagi ngedengerin guru PPKN ngejelasin materi pelajaran….
…..
//sambil telunjuk jari diatas//
Hadir Bu… (lagi)
Sarah : Wallah, mudah2an mmg bnr demikian, sp tahu stlh ini aQ bs jd guru..hahahaha.. *sotoy mode on*
dr n nak… ayo Qmu di hukum, karena g pernah asuk sekolah…
hehe
han han
Februari 12th, 2009 pada 08:27
Semoga generasi kita selanjutnya dapat lebih peduli dengan bangsa ini dan harus dipupuk dari kita kecil…… semoga belum habis kekayaan di negeri ini…
Sarah : Amin…….
seoga harapan ini bs mnjd kenyataan
Love Indonesia
Bujang lahat
Februari 12th, 2009 pada 09:05
Seandainya saja pemikiran smua orang sama dgn pemikiran neng sarah, pasti negeri ini akan lebih maju dan lebih makmur… Bagus neng…
Sarah : Wallah, jangans dech.. kasian dunia ini klo diisi sm org2 yg pikiran cm sampe segini aja… hehee
bonk 181
Februari 12th, 2009 pada 09:47
bagi yang mudha, yang punya ghaya… rhambathe ratha hayo! singsingkanh lenganh bajuhh kalau kita mau majuhh!!!
Sarah : Wiw… ayo semangat..hahaa
SQ
Februari 12th, 2009 pada 12:14
Salam Kenal. Benar sahabat. Tapi sesuatu bernama kesungguhan untuk belajar terkadang begitu mahal harganya. Meski dirantai macam-macam alasan dan dibebani pikiran-pikiran buruk untuk memncapainya.
Mungkin, karena itu juga bangsa kita terkesan susah maju. Mulai dari diri sendiri, itu pasti langkah awalnya. Something big always start from small thing.
Nice blog.
Sarah : Iya… namanya jg hidup adalah pilihan, jd apapun yg Qta lakukan pasti ada resikonya msng2. termasuk ttg kesungguhan itu..hehe
mksh dah mampir k blogQ
salam kenal
sau
Februari 12th, 2009 pada 12:52
yap stuju! karena itulah saia ingin masuk teknik kebumian_ biar indonesia gag “mengemiskan diri” ke exxon, shell dkk buat gali minyak doang!
hei SaR! nama saia juga ada sarahnya loo hehehe tepatnia Sarah Sausan, panggil aja Sau.
taun kmaren aq ke makkasar__waktu OSN__ nice city
)
Sarah : Setujuuuuuuuuuu… senangnya ada yg berniat memberi perubahan untk NegeriQ tercinta ini.. hehe
Wiw.. Untung panggilannya juga bukan Sarah y.. hehee…
lain kali ke Mkssr bilang2 y.. sp tahu jd duo Sarah..
heheh
mksh udah mampir k blogQ
salam kenal
genigunungpati
Februari 12th, 2009 pada 13:00
khlo ngomong soal negeri ini dan terlalu berharap kepada yang udah ada di kursi empuk tentunya akan bikin kita tambah prihatin…
kita perlu tindakan yang lebih nyata,mulai dari diri kita sendiri..minimal kita perhatikan lingkungan sekitar kita aja dulu…jadilah mahasiswa yang baik atau pegawai yang baik…hehehehe….
Sarah : Bener, karena segala sesuatu yg brsl dr diri sendiri, apalagi klo di jalani serius pasti bs membuahkan hasil yg maksimal… hehe
semangat
aQ akan jd mahasiswa dan calon pengangguran *bentar lagi* yang baik..
aRai
Februari 12th, 2009 pada 13:47
pemilu bentar lagi … BBM siap naek (dance)
harapan negri?
Sarah : C’Mon menanggapi sesuatu yg kata org ‘sulit; dgn postif aja.. hehe.. *g berperasaan mode on*
Erik
Februari 12th, 2009 pada 15:29
Harapan yang bagus, mari kita mulai dari hal hal yg kecil, dari diri sendiri dan dari sekarang
Sarah : Iya… amin..semoag segalanya bs terwujud.. amin
Che Susanto
Februari 12th, 2009 pada 15:50
Akan lebih bijak kalau kita berangkat dari kalimat Kennedy ini: Jangan bertanya apa yang kaudapatkan dari negerimu, tapi bertanyalah: apa yang sudah kauperbuat untuk negerimu?
Sarah : Setuju banget.. hehe.. jd skrg ato Qta semangat membenahi semuanya.. semangat,
mksh udah mampir k blogQ
slam kenal
deadyrizky
Februari 12th, 2009 pada 16:23
semoga mereka yang membaca postingan ini akan tertarik untuk meningkatkan kesadarannya untuk memajukan Indonesia di bidang pendidikan……….
Sarah ; Mudah2an demikian adanya.. amin…
Ayah
Februari 12th, 2009 pada 23:18
Luar biasa..pemaparan yg sangat menyentuh sekali…pas dihati….Ayah sangat setuju sekali…memang pada dasarnya terletak pada : Cinta. moral dan hati nurani para pengambil keputusan …..mudahan dengan uraian mbak sarah yg sangat padat dan berisi ini dapat menggugah kita semua bagaimana cara kita mencintai dan menghargai sumber daya alam yg ada di tanah tercinta ini.. Indonesia
Salam hangat selalu dari Ayah…
Sarah : Semoga saja y ayah… aQ dan semua bangsa di negeri ini pun memiliki harapan yang sama… Amin…
salam hangat persahabatan dariQ yah….
hoihei
Februari 12th, 2009 pada 23:46
saya juga setujux sama ayah
memang untuk mengambil keputusan haruslah memperhaikan hati nurani dan moral sehingga terciptalah keharmonisan dan kasih sayang.
Sarah : Iya.. saya juga setujuuuu.. heheh.. bagaiamana mau mengambil keputusan kalo nggak pake nurani dan moral y? Hehhee… Bisa2 yang ada mlh berantakan dan kacau… mmm…
gwgw
Februari 13th, 2009 pada 03:43
hi sarah…gw salut ama nih….btw nih koment gw :
apa sih yg sebenarnya di butuhkan negeri ini, jawabannya cuman satu “C I N T A ”
kalo setiap warga bener-bener mencintai negeri ini, gw yakin indonesia pasti menjadi lebih baik. Cinta pada ibu pertiwi, menjaganya dan menghormatinya seperti kepada ibu kita sendiri.
mudah-2 postingan kecil ini bisa menjadi embrio kebangkitan rasa cinta kita kepada negara ini.
” MERDEKA !!!!!!!!!”
” MERDEKA !!!!!!!!!”
” MERDEKA !!!!!!!!!”
** sambil mengacungkan tangan **
Sarah : Amin…. aQ brhrp dr hal yg terkcil sprti menlis jg dpt memberi inspirasi bg org lain.. amin… Dan dari hal terkecil Qta sepakat untuk merubah bangsa dan ngeri Qta ini kelak.. dengan cinta pastinya.. hehe.. aming..
semangat
adicahblora
Februari 13th, 2009 pada 04:39
raih semangatmu…
jadikan apa yang kau dapatkan hari ini adalah apa2 yang kau rencanakan kemarin
keep moving forward
Sarah : Iya setuju.. untuk melakukan sesuatu Qta hrs punya planning dulu kali y.. hehe…
terima kasih sdh mampir balik…
Anto84
Februari 13th, 2009 pada 05:16
Postingan yg cukup menarik mbak,salam kenal ya mbak
Sarah : Terima kasih… mksh atas kunjungannya ..
salam kenal
senyumkusenyummu
Februari 13th, 2009 pada 05:57
semoga dengan segala kebaikan, hgarapan itu akan ter wujud…
Sarah : Amin….amin…amin….
andika ramlan
Februari 13th, 2009 pada 06:55
no coment ga bisa berkata apa-apa buat indonesia.
walaupun negara yang kaya akan rempah-rempan dan sumber dayanya tapi indonesia miskin akan orang yang mengerti betapa indahnya negri ini dan orang yang berbudi luhur,
Sarah : Mengapa Indonesia bs sprti itu? Karena kurangnya SDM yang mampu menangani dan mengelola sumber daya alam ini… mm… Semoga saja y, kelak negeri ini bisa maju dan mensejahtrakan bangsanya.. amin…
demoffy
Februari 13th, 2009 pada 10:13
damai dan tidak ada Lagi kata korupsi…
rakyat mekmur, sejahtera…
amin
Sarah : Amin…. Semoga deimkian y kelak.. hehe
herrybj
Februari 13th, 2009 pada 12:11
tinggal bagaimana kesadaran dari diri kita masing-masing, kembali ke diri kita masing-masing
Sarah : Betullll…Tinggal kesadaran aja yang mesi Qta gali… hehe
Rizal
Februari 13th, 2009 pada 13:05
Waah… postingan yang luar biasa!!!
Padahal cuma iseng jalan – jalan untuk melepaskan rindu di dunia booging… eh dapet suguhan sebuah postingan super muantap!!!!
Bener banget Sarah… pendidikan adalah salah satu elemen paling penting dalam memajukan negeri ini, atau dalam kasus terkecil… memajukan diri kita sendiri dulu.
Luar biasa Sarah! Sukses selalu untuk Sarah
Sarah : Duh bang..mksh bang, tp g usah terlalu muji… hahaha…
well bang, aQ berharap demkkian untuk bangsa dan negaraQ…
Sipp bang, mksh dan gmn kbr Mbak Sie skrg?
Mus_
Februari 13th, 2009 pada 16:08
kalau suatu negara ndak maju, mungkin salah rakyatnya sendiri.
(pusing liat berita di tv tentang kriminalitas, mistik-mistik, dan infotainment)
Sarah : Wallah…mmg demikianm seuatu negara dpt berkembang atau mundur karena bangsanya sendiri…
s H a
Februari 13th, 2009 pada 16:45
Berjuang punya caranya masing2. Dan kalau satu hal gg berhasil, cari jalan lain yang bisa ditempuh. Selalu begitu
Sarah : Betul, selalu banyak jalan menuju Roma khan, jd Qta bs memberi solusi dan atlernatif lain untuk memajukan ngeri ini… pasti
Humorbendol
Februari 13th, 2009 pada 18:35
Mampir aja mbak…hehe…
Sekarang mampir ke sebelah…
Sarah : Iya Om… hehe
kahfinyster
Februari 13th, 2009 pada 23:30
semoga post ini bisa ngebangkitin semangat bangsa yg terkubur yah kak,,
Sarah : Semoga demikian… amin…
awie
Februari 14th, 2009 pada 00:29
met val day yah non sarah moga tambah segala -galanya deh amin amin amin ya robal alamin tambah di sayang puaaaaaaaaaaaaacccccccccccccccccarrrrrrrrrrrrrrrrr
Sarah : Terima kasih…hehe…amin..amin..amin…amin.. banget… hahaa
yani
Februari 14th, 2009 pada 01:49
lam…kenal… aku baru pemula nich … bikin blog… Happy Valentine Day…
Sarah : Salam kenal, mksh y udah mampir k blogQ…
realylife
Februari 14th, 2009 pada 04:12
setuju….
wahhh…. ternyata adikku ini makin keren aja postingannya setelah lama tidak dikunjungi
GiE
Februari 14th, 2009 pada 04:52
Betul mbak!
Pendidikan, pendidikan, dan pendidikan yang berkelanjutan itulah yang dibutuhkan penduduk Indonesia masa kini. Biar mereka semua bisa cerdas IQ, EQ plus SQ-nya juga… *euleuh.. blagak ala Ginanjar neh*
Karena, pendidikan *gratis* itu adalah politik tertinggi! Setuju, kan?
sanogo
Februari 14th, 2009 pada 06:27
piye mbak
kmu msh kan mbak
soul
Februari 14th, 2009 pada 06:28
banyak orang cerdas, tapi lebih banyak orang yang sok tau
septarius
Februari 14th, 2009 pada 07:40
salam kasih sayang
kasih SENYUM terindah deh buat para pahlawan
tanpa tanda jasa
hellgalicious
Februari 14th, 2009 pada 12:12
pendidikan di negeri kita emang perlu ditingkatkan,,,,
Khatulistiwa19
Februari 14th, 2009 pada 12:52
Mungkin kita bercermin ke pendidikan kota yg agak mencukupi,pengalaman pribadi saya saat 2006 kala ada tugas dari pimpinan ke daerah perbatasan malaysia tepat nya di desa aruk kec sajingan kab sambas prov kalbar disana memang sdh ada sekolah SD lumayan untuk daerah pelosok tapi murid nya sedikit itu sih wajar tapi yg bikin saya kaget oknum gurunya yg tdk masuk mereka malah sibuk memasuk kan TKI ilegal kemalaysia dgn imbalan 100 Rm/org setara Rp 250rb saat itu,mungkin itulah gambaran dunia pendidikan perbatasan tapi itu salah siapa ? Apakah sdh cukup tunjangan guru diperbatasan ? Untuk mengambil gaji saja mengeluarkan biaya 700rb.
iChaL
Februari 14th, 2009 pada 14:02
sy coba mengutip perkataan Nabi : “Jika kamu inginkan dunia maka raihlah dengan ilmu, jika kamu inginkan akhirat maka raihlah dengan ilmu, dan jika kamu menginginkan keduanya, maka raihlah dengan ilmu”
jadi,,,yaaa begitulahh..:lol:
punkels
Februari 14th, 2009 pada 15:31
keren artikelnya
hamka
Februari 14th, 2009 pada 18:23
aku berharap ini tidak politik bugiakso. Hihi
tandud
Februari 15th, 2009 pada 01:49
Jadi sedihh kalo mikiri indonesia,,,
Dulu indonesia ntu hebat banget,,,
Tpi ap yang terjadi skarang??
Mari kita bangun brsama indonesia tercinta,,,
mutiara
Februari 15th, 2009 pada 05:18
kalo cuma harapan sih susah mba sarah… soalnya negara kita gimana sih ya? kelihatannya agak parah rusaknya…
Arya
Februari 15th, 2009 pada 09:56
Jadi makin miris lihat negeri ini, tapi saya yakin 5-10 tahun ke depan dari teman-teman blogger banyak yang akan tampil menjadi subyek dan agen of change yang dapat mampu memberi perubahan lebih baik bagi kehidupan dan penghidupan bangsa ini, amien
almascatie
Februari 15th, 2009 pada 11:45
karena tau pendidikan itu penting makanya orang pintar di negeri ini masa bodoh ama pendidikan… takut diprotest ato boroknya ketahuan.. semakin bodoh rakyat semakin baik bagi kelancaran usaha
Ucha
Februari 15th, 2009 pada 12:12
Kalo saya sih berharap Indonesia bisa masuk piala dunia aja..
hehe
iwan
Februari 15th, 2009 pada 13:41
wah harapan yang indah…..ikutan lomba juga yah….lumba
blog competision juga yah…
yande
Februari 15th, 2009 pada 14:05
Indonesia, susah dah klo ngomongin Indonesia, heran juga… laa.. masyarakatnya hidup kekurangan tapi kita punya bawahan di DPR malah foya-foya (wakli rakyat kan bawahan kita to?)
agi
Januari 10th, 2012 pada 22:12
bleh donk copy gambar petanya
1 Trackbacks / Pingbacks
Ironi Pendidikan di Indonesia « Kamu itu beda! Juli 9th, 2010 pada 02:21
[...] Gambar diunduh dari : sini dan sini [...]