aQ ingat dalam sebuah buku Jepang, ada kata2 seperti ini ’seorang selemah apapun tak boleh menunjukkan bahwa ia memang lemah’. Sampai sekarang kata2 itu masih terpahat dengan jelas bagiQ. Bagiku menangis bukan hal yang tabu tetapi menangis akan menunjukkan bahwa sebenarnya Qta lemah dan membutuhkan orang lain, paling tidak Qta berharap ada seseorang yang mau mendengar apa yang kita rasakan, dan seseorang yang tidak akan tertidur saat kita sebenarnya secara tidak langsung meminta untuk dibantu.
Arsip untuk Kategori 'Simple Word'
Mengobati Hati
mo minta maaf
Fhiuhh..sebulan sudah blogQ ini mati suri, apalagi blog yang ini udah sekarat, begitu juga dengan blog ini, dan blog puisiQ ini serta satu blog yang masih jatuh banguin tempatQ curhat sedalam2nya (g di link)… hehe.
TRaNS StudIo MakaSsaR
Makassar memang sudah banyak berubah. Mulai dari pantai losari yang udah kena revitalisasi, lapangan bersejarah karebosi pun nggak ketinggalan kena imbas ’sentuhan’ metropolitan… Disisi lain, perubahan itu mungkin menakjubkan dan membanggakan, tetapi disisi lain perubahan itu pula memiriskan dan memprihantinkan nurani…
Because Off You (p o k e r)
Yah semua berawal dari ketidak sadarnmu sayang. dulu Qsabar menanti matamu beradu dengan radias komputer yang sangat buruk untuk menembak siapun yang menghalangimu dan kubiarkan kau menghabiskan paruh waktumu berisitrahat untuk mengobarkan semangat perangmu di Counter Strike…
Real Me Not
Kehebohan video Marshanda bagiku bukanlah sesuatu yang buruk, caranya mengeluatkan emosi juga bukan sebuah ‘kelainan’. Dan bukan maksudQ meningkatkan traffic blog dengan membahas Marshanda ini.. ^^
Lanjutkan membaca ‘Real Me Not’
Noztalgiyahh dari masa ke masa
Sekarang udah tahun 2009, umur ku udah 21 tahun, baru selesai kuliah, dan jadi pengangguran sejati selama bulanan ini lah…hueheue, kerjaanku kalo bukan revisi tugas akhir, belajar sendiri ngulang2 pelajaran kemarin, bikin web sendiri (yang sampe sekarang belum di hosting), nonton tv, masak di rumah, ngurusin adek ku yang masih SD, sayang2an sm pacar, marahan sama pacar, bantuin temen ngerjain tugas akhir, bantuiin junior tugas akhir, ngumpul sama sahabat2, berlompat2 dari mall satu ke mall lain, makan, tidur, main basket, main bulu tangkis, fitnes, yoga, nulis diary, nge blog, fesbukan, dll… (komplit khan).
Lanjutkan membaca ‘Noztalgiyahh dari masa ke masa’
Tentang Kita

Benar, aku mungkin salah satu manusia yang beruntung di dunia ini. Aku lahir dari keluarga yang baik-baik, dari seorang papa yang sangat bijak dan baik hatinya, pintar dan sangat taat pada Allah SWT, sedang mamaku adalah seorang wanita yang cantik, lembut, rajin dan sangat pandai memasak. Keduanya adalah pasangan yang sangat romantis dan puitis. Lahir dari kondisi keluarga yang tenang seperti itu, membuat aku tumbuh menjadi anak yang juga menyukai sesuatu yang berbau romantis, lembut dan sangat menghargai arti kasih sayang itu sendiri. Dalam hal materi keluargaku tidak kurang, tidak juga berlebihan. Selalu saja ada cara Allah memberi rezeki dan rahmatNya kepada keluargaku ini…Alhamdulillah…
Mengontrol Diri
Pagi ini setelah pulang dari menconteng, tepatnya pukul 09.54 WITA, aQ mendengarkan salah satu siaran radio di Makassar (Smart.FM)…temanya adalah mengontrol keinginan dan disiplin dalam diri. aQ menikmati siaran ini untuk setengah jam lebih sambil melayangkan fikiranQ tentang diriQ selama ini. Seseorang di radio ini menyampaikan beberapa hal melalui beberapa cerita…dua diantaranya adalah…
Lanjutkan membaca ‘Mengontrol Diri’
PuZZLe
Orang bilang hidup itu puzzle, dan setiap detik waktu kita hidup juga adalah puzzle. Menyusunnya juga memang nggak mudah, toh setiap hari, ada saja berbagai rangkaian hidup yang kita jalani.Mulai dari waktu bangun dipagi hari, mandi, sarapan, berangkat kerja/kuliah, nongkrong, sampai akhirnya tidur kembali.
Lanjutkan membaca ‘PuZZLe’
Nenek Air (In Memoriam)
Di kompleks perumahanku, sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan maka hampir seluruh rumah di perumahan tsb sudah terpasang pipa Air Periusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Beberapa rumah yang masih ‘bertahan’ untuk tidak memasang PDAM hanya sisa beberapa, termasuk rumahku.
Lanjutkan membaca ‘Nenek Air (In Memoriam)’





MEREKA BILANG