Di kompleks perumahanku, sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan maka hampir seluruh rumah di perumahan tsb sudah terpasang pipa Air Periusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Beberapa rumah yang masih ‘bertahan’ untuk tidak memasang PDAM hanya sisa beberapa, termasuk rumahku.
Lanjutkan membaca ‘Nenek Air (In Memoriam)’
Pengait kata (tags) tulisan ‘ kemiskinan
Nenek Air (In Memoriam)
Kita Perempuan

Mari berbagi
kita jamah nafsu yang berserakan
kita basuh hasrat yang tamak
dan janji-janji tak bertuan
Lanjutkan membaca ‘Kita Perempuan’
-ada yg bs bantu ksh judul?-
kami tetap saja di cemohkan
sebagian hanya mengasihani
maaf, jika jumlah kami semakin banyak
bukan salah kami, sebab semakin banyak orang yang mengambil hak rakyat
Lanjutkan membaca ‘-ada yg bs bantu ksh judul?-’
Dia atau Aku
Ada apa ini…
Dia bilang padaku, dia takut pada lampu-lampu kota,
katanya seperti batu-batu meteor yang siap menghujani bumi…
Miskin Itu Belajar
Sering kali, aQ berfikir tentang perbedaan nasib yang dialami oleh banyak orang. aQ mungkin memang sedikit beruntung dengan ‘nasib’ miskin-kaya itu. Meski, aQ juga pernah ngalamin masa sulit dalam keluargaQ tapi setelah itu Tuhan memberi jalan yang terbaik dan alhamdulillah seperti skearang ini.
Beberapa orang yang dekat denganQ mengajarkanku tentang ‘perbedaan nasib’ itu, tapi yang dapat Qliat dengan jelas. Ketidak keberuntungan seringkali mengajarkan sesuatu yang lebih bernilai dan bermanfaat dari sekedar menjadi beruntung.
Lanjutkan membaca ‘Miskin Itu Belajar’
Padang (ANTARA News) – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang direncanakan pemerintah akan diumumkan pada akhir Mei 2008 setelah kepastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, tidak mendidik masyarakat untuk mandiri.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) Sumbar, Drs. Dahnil Aswad, Msi, mengatakan, di Padang, Selasa, BLT tidak mendidik masyarakat miskin dan hampir miskin, karena akan cenderung malas dan selalu berharap bantuan dari pemerintah.
Lanjutkan membaca ‘BLT Tak Mendidik Masyarakat untuk Mandiri’
Miskin dan Kaya
Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.
Oleh IDI SUBANDY IBRAHIM
SALAH satu tujuan pembangunan milenium (millennium development goals/MDGs) yang terkait dengan dampak globalisasi adalah perbaikan kualitas kehidupan warga-warga yang paling miskin di dunia. Isu-isu yang paling krusial yang dihadapi negara-negara berkembang seperti kemiskinan, kelaparan, kesenjangan pendidikan, ketidaksetaraan gender, angka kematian ibu dan anak, HIV-AIDS, dan degradasi lingkungan adalah persoalan yang mendapat perhatian yang serius. Pemerintah dan para mitranya diharapkan melakukan upaya-upaya yang serius dan sistematis untuk mencapai semua tujuan tersebut. Begitu pun pers diimbau agar terlibat aktif dalam memerangi pengangguran, kemiskinan, dan nasib muram golongan masyarakat bawah yang kehidupannya termarginalkan.
Pukul 14.00 wita, dengan masih terkulai lemas sehabis dari dokter gigi. Aku menyetel televisi dan mulai mencari acara wajib. Apalagi
kalau bukan berita siang di liputan6 dan rekan-rekannya yang lain.Tapi berita di luputan6 tidak menggoyahkan perasaanku yang tengah haus berita siang ini. Jadi, pilihan berita acara favorite jatuh ke channel MetroTv, Headline news.
Tiba-tiba aku terkejut dengan headline beritanya…seputar kemiskinan (topik yang selalu jadi perhatian utamaku). Maka segera saja aku memperbaiki posisi dudukku di depan televisi seperti ingin ku babat habis layar televisi.
Berita itu diawali dengan berita meninggalnya seorang wanita dari Bogor yang tinggal di Tangerang. Iis namanya. Dikabarkan bahwa ia meninggal dunia karena sakit selama 5 hari berturu-turut dan tidak mendapatkan perawatan dari pihak medis. Suami dari IIs mengatakan bahwa mereka tidak punya uang dan kartu askses miskin. PemKot Tangerang tidak memberikan akses warga miskinsebab Iis dan keluarganya hanya memiliki KTP Bogor.
Lanjutkan membaca ‘Kemiskinan Menghempaskan Ibu-Putra-Putri Bangsa’





MEREKA BILANG