
Aku hanya ingin mandi puisi malam ini
Sebab Aku mungkin memunafikkan hatiku yang selalu butuh bayangmu
untuk menenengkan gemuruh batinku sejak kemarin…
Lanjutkan membaca ‘Mandi Puisi’

Aku hanya ingin mandi puisi malam ini
Sebab Aku mungkin memunafikkan hatiku yang selalu butuh bayangmu
untuk menenengkan gemuruh batinku sejak kemarin…
Lanjutkan membaca ‘Mandi Puisi’
Di sini tempatku bernaung, di atas tanah kelahiran dan tumbuh tak meraja,
kesedarhanaan memandikan jiwaku yang congkak. cawan kemarin telah ku isi penuh dengan gundah dan sepiku. besok takkan ku kenangkan.
Lanjutkan membaca ‘tak bisa memberi judul’

Sudah ku bilang,
aku ingin kau tahu, arti hadirku dihatimu
sudah kudendangkan dongeng untuk tidurmu
kelak pahaku menjadi bantalmu
Lanjutkan membaca ‘Puisi Untukku’
Aku akan menggapai cita-citaku melalui ketikan jariku
Meski resah ku dibuai rindu
Aku masih terpaut pada kata
Lanjutkan membaca ‘Lagi2 ‘terjebak’ di judul’
Ada apa ini…
Dia bilang padaku, dia takut pada lampu-lampu kota,
katanya seperti batu-batu meteor yang siap menghujani bumi…
Salah siapa ku begini?
salah siapa…
kadang ku tersenyum-senyum sendiri,
kadang menangis sendiri.

Di bawah kolong jembatan,
sayup terdengar lengkingan nafas
membunuh keheningan malam yang damai
Lanjutkan membaca ‘Cerita Malam’
jika kau hendak berjalan
berpayunglah gadis kecil
Lanjutkan membaca ‘untitled’
Malam sudah mengganti sore tadi,
Ketika masih duduk diberanda rumah sambil menatap langit, sambil mengingat – ingat tentang diri sendiri..
Sang pemilik hati yang berotak bodoh ini tahu, ia tengah gusar, bimbang oleh dirinya sendiri..
Lanjutkan membaca ‘Lebih Dari Cukup’
MEREKA BILANG