Artikel

Orang Miskin Dilarang Sakit!

Mungkin-kah ini salah satu kata pepatah ini benar-benar harus diterapkan oleh warga masyarakat miskin di Indonesia?
Aku menghela nafas sejenak…membayangkan dosa apa yang harus dibayar oleh warga yang secara kebetulan saja tertimpa nasib menjadi warga miskin? Sejenak aku berfikir sambil mendengar mp3 inconsolable-nya Backstreet Boys.. Aku membuka ingatanku ketika membaca sebuah koran lokal Fajar minggu lalu. Diberitakan seorang anak yang hendak membawa ayahnya untuk dirujuk ke Rumah Sakit, sebab kondisi ayahnya saat itu sangat membutuhkan penanganan medis (penderita mengidap penyakit jantung).

Untuk itu sang anak segara membawa ayahnya ke Rumah Sakit Haji dengan bekal Rp. 20.000,- dan selembar kertas Surat Keterangan Kesehatan Gartis Bagi Warga Miskin, tapi setibanya di sana, ternyata mereka ditolak dengan alasan kamar sudah penuh. Kemudian mereka dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, begitu tiba di sana mereka menanti dengan cukup sabar. Tidak lama kemudian perawat keluar dan kembali menolak mereka, meskipun Surat Keterangan tersebut telah ditunjukkan, masih dengan alasan yang sama seperti alasan dari R.S Haji, kamar sudah penuh! Untuk itu, R.S Bhayangkara kembali merujuk mereka ke R.S Ratulangi. Dengan sigap sang anak menopang ayahnya ke dalam becak dan berharap kali ini, ayahnya bisa mendapatkan pelayanan yang prima. Sambil menggenggam Secarik Kertas Keterangan dari Pemerintah tersebut, sang anak hanya berharap dalam hati…Sesampai di Rumah Sakit Ratulangi, mereka harus menunggu cukup lama, sementara kondisi sang ayah semakin memprihatinkan. Ternyata kali ini, mereka juga ditolak!!!
Tapi beruntunglah, seorang mahasiswa dari Organisasi HAM Warga Miskin kota Makassar melihat sang anak dan ayah yang tengah berdiskusi dengan perawat R.S. Sang mahasiswa menghampiri mereka dan begitu mengetahui cerita dari sang anak dari ayah yang sakit tersebut, maka sang mahasiswa segara sigap dan mempertanyakan hal tersebut kepada pihak rumah sakit. Sambil masih mempertanyakan keabsahan Surat Keterangan Kesehatah Gratis bagi Warga Miskin. Tidak ada pilihan lain, pihak Rumah Sakit segera menangani penderita, tapi sayangnya, sang ayah memperoleh pelayanan di lorong R.S….R.S. Ratulangi bersikeras bahwa semua kamar telah penuh…Sekali lagi sang mahasiswa menolong kedua ayah dan anak tersebut. Akhirnya mereka memperoleh kamar yang lebih layak dibandingkan berada di lorong Rumah Sakit. Begitu kondisi sang ayah berangsur membaik, pihak R.S Ratulangi tidak membuang-buang waktu dan segara menyatakan bahwa sang ayah sudah dapat pulang…
Mengapa begini, mengapa diskriminasi seperti ini masih saja terjadi? Sekelabat pertanyaan yang tidak akan pernah berujung…Aku masih membayangkan bagaimana sang anak menggenggam dengan penuh harap secarik kertas lusuh, satu-satunya harapan untuk sebuah keadilan…Pemerintah telah memberikan jaminan pelayanan kesehatan tapi mengapa pihak Rumah Sakit masih jua tak tergerak hatinya untuk membantu orang yang menderita…Benarkah jiwa sosialis seorang dokter
saat ini akan semakin sulit untuk kita temukan…
Orang Miskin juga seorang manusia…

Iklan

16 thoughts on “Orang Miskin Dilarang Sakit!

  1. Mbak Sarah, Realitanya Orang miskin memang dilarang sakit. Tapi orang miskin juga dilarang sekolah. Ini sebuah realita yang benar-benar mengiris jiwa setiap manusia yang masih punya empati dan solidaritas sosial. Tentang derita orang miskin, mbak sempatkan baca artikel DERITA ORANG MISKIN DAN KEGELISAHAN ARWAH PEJUANG KEMERDEKAAN di blog http://ksemar.wordpress.com. percayalah dalam hal keprihatinan terhadap orang miskin ini mbak sarah tidak sendiri. salam

  2. Benar mbak. Orang miskin dilarang sakit, orang miskin juga dilarang sekolah. Itulah paragraf pertama dalam artikel yang saya tulis dengan judul DERITA ORANG MISKIN DAN KEGELISAHAN ARWAH PEJUANG KEMERDEKAAN.Jk mbak berminat buka aja situs saya. Semoga kepedulian mbak terhadap orang miskin dapat menjadi amal ibadah. Dan yakinlah, bahwa mbak tidak sendiri. salam

  3. saya seorang dokter. dan insyaAllah, saya belum kehilangan hati nurani sehingga saya ingin meluruskan beberapa hal yang menurut saya tidak pada tempatnya. kami sebagai dokter telah disumpah untuk melakukan pelayanan tidak demi apapun kecuali untuk membantu meringankan keluhan pasien. hal ini menjadi pertanyaan bagi saya kenapa setiap ada pasien yang di tolak pada rs tertentu justru dokternya yang disalahkan ? padahal menurut pengalaman saya kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk menolong setiap pasien yang datang. masalahnya apa pihak rs membolehkan semua hal ? apakah kita harus melanggar hal-hal yang oleh umum sudah diketahui dengan jelas dan tertuang dalam peraturan rs.misal saja apakah pasien jantung harus dirawat berdampingan dengan pasien tbc karena ruang penuh. apa keluarga pasien bersedia begitu ? kita bekerja di rs byk skali harus berhadapan dg masalah2 administratif yg lebih byk bikin pusing daripada seharusnya.ingin skali merawat semua pasien dan menerima mereka semua dg tangan terbuka di rs. kami juga punya keluarga. kami juga pernah sakit.tentu ingin juga diterima dan dirawat dg prima.masalahnya apakah sistem kita, sistem rs kita, sistem negara kita sudah kondusif untuk itu ? dan apakah semua kesemrawutan ini harus ditimpakan semua pada profesi kami ? terima kasih atas kesempatan dan mohon maaf.

    Srh : Walo gmnpun, sy yakin jg kok, msh banyak dokter yg masih punya hati nurani.. ^6 tp g bs nutup mata jg trhdp bbrp dokter yg mmg jelas2 udah g ada hati nurani. insya Allah dokter2 seperti Anda semakin banyak..banyak..dan banyak… Terima kasih atas kunjungannya.. mohon yah bantuannya untuk tetap peduli pada sesama.. 🙂

  4. Just want to say your article is as astonishing.

    The clarity to your submission is simply great and i can suppose you are a professional on this subject.
    Fine along with your permission allow me to take hold of your
    RSS feed to keep updated with drawing close post. Thanks 1,000,000 and please carry on the
    enjoyable work.

  5. I will right away take hold of your rss as I can not to
    find your e-mail subscription hyperlink or newsletter
    service. Do you’ve any? Please allow me recognize in order that I could subscribe. Thanks.

  6. It is in point of fact a nice and helpful piece of information.
    I am glad that you simply shared this useful info with us.
    Please stay us informed like this. Thanks for sharing.

  7. Hi, the whole thing is going fine here and ofcourse every one is sharing information,
    that’s in fact good, keep up writing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s