Sarah

aQ Miskin & Kaya

Aku mungkin tidak suka menyebut diriku sendiri miskin, tapi aku lebih suka menyadari bahwa aku memang miskin. Dari sisi manapun, aku memang masih sangat miskin. Bukan hanya miskin ekonomi karena aku sendiri yang kini berumur 21 tahun tapi belum mampu memenuhi kebutuhanku sendiri, masih bertahan dengan tunjangan pegawai negeri (mengingat status masih kuliah dan orang tua hanyalah pegawai negeri biasa), juga karena aku masih sangat miskin ilmu. Aku selalu menyadari bahwa aku masih sangat banyak harus belajar…belajar….belajar….Aku pun miskin pahala. Dosa-dosa yang aku lakukan selalu mengukukuhkan catatanku di tangan para malaikat, sementara iblis kegirangan setengah mati (sepertinya bakal punya teman ke neraka). Akupun miskin kepekaan. Aku bukan orang yang ekspresif yang senantiasa mengumbar kepekaan dan perasaan. Lebih bisa menuntaskan perasaan lewat tulisan (hiks…hiks…) Dan akupun miskin tindakan. Sering aku tahu banyak hal tapi lebih banyak dan lebih sering hanya mengamati dan sekedar simpati…setelah itu NOTHING! Terkadang pengen beritndak sesuatu tapi belum tahu harus ke arah bagaimana dan bagaimana menghadapinya?! Stupid memang!

Kalau ditanya aku kaya…(tenang aku juga kaya), aku kaya akan kebodohan yang teramat sangat, kadang aku menyadari aku salah bertindak dan akhirnya membuat orang-orang yang aku sayangi terluka (yang akhirnya menghancurkan-ku juga), kaya akan kebohongan…aku masih sangat banyak menyimpan semua unek-unek dalam hati, masih menyimpan luka dan trauma waktu kecil, masih menyimpan rapat-rapat rahasia para pelaku kejahatan, masih menyembunyikan dosa-dosa orang yang aku kenal kemudian membiarkan dosa itu merebak menjadi bagian dari diriku sendiri…Aku kaya akan penyesalan….
Lewat tulisan ini (tulisan lagi…) aku ingin meminta maaf pada semua orang aku sayangi sebab untungnya akupun kaya akan perasaan sayang dan cinta (hehehe), maafkan semua yang telah aku perbuat. Kepada sepupuku tersayang Debbi (alm.) yang maish menyimpan seribu sesal tentang kenakalan kita berdua, tentang sikapku yang pernah menyakiti dan membuatmu meratapi hdiupmu yang tak sempurna…Kepada Asriani, Dilla dan Fenny (teman kecil ketika aku sempat tinggal di Ambon selama 8 bulan, dan sudah tidak pernah lagi bertemu sampai sekarang) sebab, aku tidak bisa membela dan mempertahankan kalian saat kalian menjadi bahan tertawaan dan penindasan anak-anak brutal. Kepada Afriyanti teman SD-ku di SDN Mangkura I Makassar, maafkan aku yang sempat menjauh darimu karena persepsi orang-orang diskeitarku tentang sebuah arti dari nilai prestasi…Kepada Angga (tmn SD jg)-cowok yang aku hajar hingga akhirnya menangis dan menjadi minder oleh size-nya yang large–waktu itu aku aku tidak bisa duduk sich >_<. Kepada Fadly Baur (teman SD) yang selalu aku ladeni bertengkar. Kepada Faridha (teman SMP-ku) yang aku buat menangis karena iseng dan jahil agak sedikit membuka rahasianya…hehe…kapada Kak Friska (senior di SMP) yang aku jambak rambutnya, dan mengotori baju seragamnnya dengan sambal gara-gara merasa cowoknya direbut (padahal aku ogah sm cowok itu—-lha kalo g suka kenapa bertengkar?—lha, abis capek digangguin n dibikin malu melulu di kantin skeolah), kepada Kak Aan (senior SMP) yang aku tampar gara-gara terlalu banyak bacot =p yang akhrinya takut menemuiku, kepada Reza (teman SMP–kini Alm.) yang aku buat menangis karena tidak bisa membalas perasaannya. Kepada Seorang ibu pengemis yang mangkal di depan pagar Mall Ratu Indah Makassar, karena tidak sengaja menyepak sebuah timba miliknya dan akhirnya semua uangnya terpental berhamburan….(penyiksaan batin selama 4 jam di dalam Mall! yang akhirnya termaafkan ketika dengan penuh gemetarrrr aku menyerahkan sejumlah uang untuk menggantinya—-astaga waktu itu tukang becak dan tukang parkir sudah siap sedia mengeroyokku) =) Kepada seorang tukang becak waktu SMP yang cuekin gara-gara selalu menganggu (wallah), kepada Reza (cowok koran) yang katanya aku campakkan (kebangetan sich, masa tahu rumahku tanpa aku kasih tahu..nah lho?! Bikin ngeri!), Kepada Syamsir (teman SMA-ku yang nyaris main tonjok2an gara-gara kesalahapahaman), dan yang aku lemparin sendok sampah di lorong sekolah…hah! Kepada Ikhsan (teman SMA) yang aku samperin di bangkunya sambil menantangnya dengan sejuta kata-kata mutiara, kepada Irvan Alias Ippank yang aku bikin malu berkali-kali gara-gara terlalu banyak minjem barang2ku dan rusakin barang-barangku..hehe..Kepada kembarannya Irvan si Irwan, maafkan gara-gara waktu itu aku pura-pura lupa ttg dagangan stikernya dan sampai sekarang belum bayaarr…(mungkin Irwan jg malu nagih tuch, soalnya utangnya jg banyakkk..hehe). Kepada Hendra (teman kampusku) yang sering kali tidak bisa membantunya dalam banyak hal–padahal ia selalu membantuku, kepada Eki (mantan sekaligus sahabatku saat ini) sebab tidak bisa benar-benar ngelupain luka yang udah dia torehkan–ini berlaku juga kepada Sugi dan Deny (2 org sahabatQ dan Eki yang akhirnya membohongiku dengan kekompakan bengisnya—sakiiittt banget).
Aku tidak mungkin melupakan siapa-siapa saja yang pernah aku sakiti dan menyakiti aku. Begitu juga dengan orang-orang pernah membahagiakan aku, yang mencintai aku dan yang aku cintai, tidak akan pernah habis tempat dihatiku…Buatlah aku kaya akan kekuatan batin dan lebih mulia… : ) Tapi maafkan aku Tuhan…sama sekali tidak bisa memaafkan Seorang guru mengajiku ketika aku SMP (masalah yang sama sekali tidak bisa aku ceritakan), dan sulit sekali memaafkan diri sendiri……Sungguh permintaan terbesar ku serahkan padaMu.
Buatlah aku lebih kaya akan nurani, belas kasih, dan perbuatan yang baik agar aku tidak lagi miskin….
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s