Artikel

Kemiskinan Menghempaskan Ibu-Putra-Putri Bangsa

Pukul 14.00 wita, dengan masih terkulai lemas sehabis dari dokter gigi. Aku menyetel televisi dan mulai mencari acara wajib. Apalagi
kalau bukan berita siang di liputan6 dan rekan-rekannya yang lain.Tapi berita di luputan6 tidak menggoyahkan perasaanku yang tengah haus berita siang ini. Jadi, pilihan berita acara favorite jatuh ke channel MetroTv, Headline news.
Tiba-tiba aku terkejut dengan headline beritanya…seputar kemiskinan (topik yang selalu jadi perhatian utamaku). Maka segera saja aku memperbaiki posisi dudukku di depan televisi seperti ingin ku babat habis layar televisi.
Berita itu diawali dengan berita meninggalnya seorang wanita dari Bogor yang tinggal di Tangerang. Iis namanya. Dikabarkan bahwa ia meninggal dunia karena sakit selama 5 hari berturu-turut dan tidak mendapatkan perawatan dari pihak medis. Suami dari IIs mengatakan bahwa mereka tidak punya uang dan kartu askses miskin. PemKot Tangerang tidak memberikan akses warga miskinsebab Iis dan keluarganya hanya memiliki KTP Bogor.

Satu lagi korban kemiskinan setelah apa yang dialami warga makassar, Basse. Tapi, berita kemiskinan itu tidak berhenti sampai disituDua orang bocah Asep dan Dede di Cianjur saat ini mengalami derita gizi buruk dan lemah layu. Kedua bersudara ini nampak terbaring lemah di sebuah kasur. Mereka bahkan tidak mampu berdiri dan berjalan. Haruskah masa kanak-kanak mereka sirna dengan cara seperti itu? Aku menghela nafas dan mengusap-usap dada…Aku merasa pilu melihat tayangan itu.
Segera aku mencari notes dan sebuah pensil untuk menulis apa yang aku saksikan di berita siang ini.
Rentetan persitiwa akibat kemiskinan terus berlanjut. Di Bone, seorang bocah berusia 9 bulan menderita gizi buruk. Angka ini belum termasuk dengan 5 bocah lainnya yang menderita penyakit serupa, dan telah menelan 2 nyawa bocah-bocah Bone. Sebelum mereka, di Bone telah tercatat 5 penderita gizi buruk. Begitu pun dengan angka jumlah penduduk Bone yang berkisar 500ribu jiwa, lebih dari 37 kepala keluarga di Bone tercatat sebagai warga di bawah garis kemiskinan.
Kemudian, 3 korban kemiskinan lainnya adalah Ilham dari Cianjur, bocah berusia 3 bulan yang saat ini berat badannya hanya mencapai 5 kg! Oleh dokter ia pun dinyatakan telah gagal pertumbuhan….Kemudian Sahedi, warga Bogor berusia 4 tahun yang berat badannya hanya 6,8 kg. Tidak dapat berobat sebab, ayahnya hanya seorang penjaga Villa..
Lain lagi dengan Hamdani, bocah dari Sukabumi yang harus dapat rela meninggalkan bangku sekolah dasar sampe kelas 6, akibat
perutnya semakin lama semakin membesar akibat gizi buruk…
Ini bukti lagi, betapa kemiskinan telah memberi banyak penderitaan dan cobaan kepada siapa saja. Kemiskinan di negara ini juga banyak memberi berita duka. Tanpa disadari, kemiskinan telah menghepaskan ibu-putra dan putri bangsa…hanya satu yang g bisa dihempaskan oleh kemiskinan….yaitu mimpi…

Iklan

One thought on “Kemiskinan Menghempaskan Ibu-Putra-Putri Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s