Sarah · Simple Word

Masa KKLP-Q Berakhir

Alhamdulillah…selama 2 bulan aQ menjalani KKLP (Kuliah Kerja Lapang Plus) di PT.BRI (Persero) Tbk Cabang xxxx Unit xxxx Makassar, akhirnya tgl 07 Juni 2008 kemarin, masa penarikan telah tiba.. Kedukaan dan kelegaan mampir di hatiQ….Tapi, sesuatu yang membuat aQ sedikit berat meninggalkan rutinitas KKLP yang ribet, yang suka memaksaQ bangun di pagi hari…yah, aQ mungkin tak akan lagi menghitung lembaran-lembaran uang lecek seribuan dan recehan milik seorang nasabah bernama Tanra Dg. Lala…

Tanra Dg. Lala hanya salah satu dari segelintir nasabah kecil yang tangguh. Setiap awal bulan dia akan datang dengan topi kuningnya yang lusuh, baju kaos yang sedikit kumal, dan bau matahari yang menyerbak. Dia akan berjalan dengan langkah terseret-seret menuju meja tempat pengisian form penyetoran, penarikan, dan transfer. Diambil selembar slip penyetoran tabungan, kemudian berjalan menuju arahQ yang berdiri di depan meja deskmen (sebab aQ tahu dia akan ke meja ini), setelah itu, dia akan berbicara dengan bahasa Makassar (aQ tidak pernah mengerti apa yang dia katakan) sambil menyerahkan lembar-lembaran uang seribuan dan recehan miliknya kepadaQ untuk Qhitung. Sudah 2 bulan selama aQ KKLP, aQ selalu menghitung uangnya untuk ditabung berkisar lebih dari seratus ribu rupiah.

Setelah itu, aQ akan mengisi slip penyetoran tabungan itu..Qtulis namanya, Qtulis nomor rekening tabungannya dengan hati-hati, menulis besarnya jumlah setoran, terbilang, dan tanggal penyetorannya. Semua Qtulis dengan hati-hati plus dengan huruf agak besar dari kebiasaanQ menulis. Dan dia menghitung lagi uangnya. menghitung lagi untuk kedua kalinya…lalu menghitung lagi untuk ketiga kalinya…aQ hanya menunggunya selesai menghitung sampai 4 kali seperti bulan sebelumnya.

Setelah itu, Qminta ia menandatangai di tempat khusus ttd penyetor…Lagi2 dia akan berbicara dengan bahasa yang tak Qmengerti. Kalau sudah begitu, aQ cuma tersenyum sambil menunjukkan di mana beliau harus menandatangani bukti slip penyetorannya, da menandatangani dengan sedikit kaku, jujur saja tandatanganya mudah sekali ditiru. Setelah itu, Qpersilahkan dengan halus agar dia berjalan ke bagian teller dan menyerahkan slip penyetoran ke keranjang teller. Dia mengerti, lalu berjalan pelan..meletakkan slip penyetoran itu, lalu duduk sambil menghitung kembali uangnya…(untuk yang kelima kalinya atau mungkin lebih?) Begitu aQ duduk di kursiQ, segera Qambil tissue basah yang selalu Qbawa dalam tasQ, lalu me-lap sedikit meja karena bekas keringatnya menempel, sambil tetap mengamati beliau tertunduk menggenggam uangnya. Begitu namanya dipanggil oleh pegawai teller, aQ segera mendongak melihatnya melangkah ke meja teller dan menghitung uangnya sekali lagi di meja teller yang tingginya sampai dada beliau.

Setelah semua selesai, dia akan duduk sebentar dan melihat-lihat buku tabungannya. Apa yang dia pikirkan? Apa yang inginkan? Untuk siapa dan untuk apa dia menabung? Apa yang membuatnya bisa begitu nampak yakin dan selalu berusaha untuk giat menabung? Apa pula profesinya yang membuat dia selalu nampak letih dan bermandikan bau matahari dan keringat? Apa ….

Aku malu, sebab aku yang muda begini sepertinya cuma bisa berfikir dan terkadang lupa tentang artinya berusaha. KKLP-Q berakhir, Qingatkan kepada penggantiQ (anak mahasiswa di salah satu perguruan tinggi juga yg sebaya denganQ) ttg nasabah yang satu ini. Qberi tahu berapa kali dia akan menghitung uangnya, sebarap lama dia akan menandatangani slip penyetorannya, seberapa keras aQ mncbΒ  memahami bahasa Makassarnya.

Sebab, aQ tak tahu apa pekerjaan dan apa yang membuatnya Tanra Dg. Lala ini mau berusaha keras…

14 thoughts on “Masa KKLP-Q Berakhir

  1. Hi …

    Seorang teman pernah berkata …

    ” Bro lo tau ga, bagi seorang swami … menafkahkan wang nya untuk keluarga adalah pahala … ”
    ” Pergi nya kerja demi keluarga adalah pahala … ”
    ” ….. ”

    Semoga Allah membalas jasa2 nya (Dg.lala) kelak, kalaupun tak di dunia semoga di akhirat mendapatkan berkah yang setimpal …. AMIN …

    Sarah : Alhamdulillah, semoga Dg. Lala mendapatkan rezeki, dan hidayah dari Allah SWT. Insya Allah yg terbaik untuk beliau atas perjuangannya…Amin…

    Ayooh …. cemangat berusaha keras …. ^_^ ^_^

  2. hihihi aku alergi dengan uang lecek. Ngak tahu kenapa sering bikin kulit gatal dan bersin-bersin. Begitu juga bapakku yg udak pensiun dr bank.

    Sarah : wallah, mo gmn lg, itu gunanya sll bw tissue basah dan hand sanitizer…jd klo mbak punya duit hrs yg baru semua y? Hehe…bgs dounk..πŸ™‚

  3. honey……itulah yang namanya hidup yg benar…dia memperjuangkan sesuatu yg tidak kita tahu…tp mempunyai makna hidup yg teramat lebih utk Dg.Lala…dan dia yakin suatu saat apa yg di perjuangkannya pasti akan membuahkan hasil utknya…..god bless u Mr.Dg.Lala…keep fight and never surrender..

    Sarah : iya, makanya waktu kena ‘ceramah’ dr ayank, aQ jd teringat Dg. Lala ini…jd malu sendiri aQ, tng aja hon, klo aQ diam brrt aQ tgh berfikir n mngingat sesuat yg pntg sprt kisah dg. Lala ini..πŸ™‚

  4. Sarah orang makassar ya wah deket dong dari sini….

    Sarah : Iya, aQ org Mksr…deket y? Jd bs dounk jln2 k sini? (wallah) ^_^’

  5. mau numpang promosi blog
    bloggersumut.wordpress.com
    terima kasih

    Sarah : boleh…boleh…silahkan mas…Nah…liat2 ada blog br-nya mas Said nichπŸ™‚

  6. bener-bener teliti ya..
    setelah uangnya dihitung ama non sarah, ee dihitung lagi, dihitung lagi.. bener-bener telitiπŸ˜€

    salut ma Tanra Dg. Lala

    Sarah : mgkn g prcy sm hitunganQ?? Hehehe

  7. kebanyakan huruf Q.. bingung… heuheu.. btw, kok di makasar tapi gak ngerti bahasa makasar sih?

    Sarah : aQ = Aku .. pokoke gitu lah…iya, aQ g bgtu tahu bnyk ttg bhs mksar..pembndaharaan kt dlm bhs mksr-Q kurang..hehehe, lagian ssh sich bhs mksr..😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s