Sarah · Simple Word

My Lovely Daddy

Kemarin sehabis baca blog-nya kak achoey, aku jadi ingat juga pertanyaan yang pernah dilontarkan pacarQ tentang defenisi ‘sahabat, teman dan kata akrab’. Tak disangka, selain sama pacar, qta juga bisa patah hati dengan orang2 yang kita sebut sahabat, teman dan yang akrab itu sendiri. Tidak semua kebaikan kita bisa dipandang dan dihargai layak oleh semua orang, apalagi untuk yang masuk dalam kategori orang2 yg Qta anggap sahabat atau teman dekat! Lumayan perih juga hatiku. total 2 bulan sudah Laporan KKL cuma segitu-gitu aja laju perkembangannya karena kurangnya rasa menghargai dan bertanggung jawab itu sendiri terhadap tugas yang diberikan untuk satu team. aku dan 2 orang teman se-team yang udah jalan 3 tahun selama kuliah, masih harus menelan rasa capek sendiri (emang enak!) akibat sibuk bolak-balik sendiri ke kampus buat nungguin tanda tangan pembimbing, penguji KKL, dan tanda tangan Pembantu Ketua Bidang Akademik di lembar Persetujuan, asistensi laporan dan revisi. Atau gimana sibuknya megang kertas sana sini trus bolak-balik naik turun tangga atau kadang2 harus nungguin si yang bersangkutan lagi keluar dan sebagainya. Semuanya jadi lambat…….Belum lagi harus ngurusin kegiatan lain di luar kegiatan kampus.

Intinya, aku bisa saja meninggalkan laporan KKL sama seperti teman-temanku juga. Tapi aku ingat ada yang namanya tanggung jawab (bodoh2 gini aku nggak suka disebut nggak bertanggung jawab). nggak enak banget rasanya tinggal diam di rumah, atau lagi ngerjain hal2 lain tapi jadi teringat ada ‘pekerjaan yang lain yang belum kelar’. Itu nggak enak banget. Belum lagi aku bisa aja mengundur-undur semua revisi laporan KKL sampai batas waktu yang ku inginkan berhubung sudah ujian dan tugas akhir nanti bulan 11, sementara teman-temanku lebih dulu Ujian tugas Akhir bulan 8 (aQ sengaja ngundur buat memperbaiki nilai yang g bagus, ada dua mata kuliah yg dpt “D” dan ada yg mata kuliah yg blm Qbelanja jg, kacau!) Jadi, pasti temanQ ini mau nggak mau bakal kalang kabut bulan depan karena revisi laporan KKL nggak selesai2 (hehe). Tapi nggak tahu yagh, aQ nggak bisa sekejam itu, (capek degh). Aku juga nggak bisa marah2 kalo udah berhadapan dengan kedua temanku ini, paling cuma bisa nyindir2 halus, tapi koq kayaknya ke mereka nggak ngaruh banyak yach? (sialan). Apa aku memang benar2 diremehin banget ya? Apa aku benar2 nggak dihargai sam orang2 yang sudah ku anggap sahabat sendiri?? Apa aku saah menilai arti sahabat dan teman yang baik? Apa aku juga benar2 nggak bisa tegas? Aku kesal bukan main sama diriku sendiri, tapi aku nggak bisa kesal sama orang lain seperti aku kesal sama diriku. Kenapa aku cepat banget kesel tapi cepat banget juga hilangnya? (Uurrgghh)

PacarQ benar. Aku memang mesti di kerasi biar nggak lembek. Sahabat2Q di dekat rumah juga benar, aku selalu cuek dengan orang lain sampai2 nggak pedulian dengan siap orang lain yang juga cuek terhadap diriku, sekarang baru tahu rasa aku! (mendengus).

Tapi, ada spirit tersendiri dari ayahku. sedikit berkeluh resah aku pada beliau. Dan beliau berkomentar pelan, “terkadang ada memang orang2 yang seperti itu, yang tidak memiliki kepekaan tertentu terhadap seuuatu hal. Sehingga tugas2 yang harusnya dikerjakan bersama-sama malah jadi dikerjakan sendirian. Jangan jadikan itu beban, tai ikhlaskan untuk menjadi sebuah tugas dan tanggung jawab yang peka untuk diri sendiri. Ikhlas memang masalah hati yang paling susah, begitu juga dengan kata sabar. Tidak semua manusia bisa memahami dan mengerti atau mau me-real-kan sifat itu. Tidak semua manusia juga memang dapat dan mampu mengimpelementasikan dan sampai pada puncaknya. Tapi yang terpenting adalah bagaimana manusia itu sendiri membiasakan diri mengerjakan sesuatu yang positif disertai dengan niat ikhlas dan sabar. Sarah mesti tahu, di dunia ini, ada banyak orang-orang yang keras dan tidak peka pada kekayaan batin. Dan secara fisika yang diaman juga dibenarkan dalam agama, manusia memiliki energi positif dan negatif dalam dirinya. orang yang tidak dan tidak mau membiasakan dirinya untuk ikhlas dan sabar secara tidak langsung telah menekan dirinya sendiri dari kesehatan. Sebab energi2 negatif yang dicipatakan dari otak (stress) akan memicu laju darah dan tekanan2 tertentu terhadap dirinya. pakar kesehatan mengatakan marah itu kegiatan yang tidak berguna (jd ingat waktu nonton oprah winfrey kemarin yg bintang tamunya pakar psikolog dan syaraf), sedangkan sifat2 ikhlas dan kerelaan untuk bersabar menghasilkan energi-energi positif dalam diri seseorang dan memancarkan nilai dr sifat baik itu sendiri. ini yang disebut ilmu Quantum Sar…Berbicara seperti ini, bukan bebarti sok suci dan seketika enjadi manusia yang berakhlak sangat baik dan terpuji, tapi kerelaan untuk menghasilkan energi2 positif itu yang baik untuk diri kita sendiri. Bukan untuk siapa-siapa. jadi, apapun yang kita kerjakan, niatkan untuk ikhlas. Allah memberi setimpal apa yang umatNya kerjakan. Insya Allah”

Sejak itu, kekesalanku hilang begitu saja. Komentar – komentar dari dosen, teman2Q dari jurusan lain, sahabat2Q di dekat rumah, kakakQ sendiri, pacarku juga mengomentari dan menunjukkan keprihatinan padaku itu cukup untuk membuatku sadar, masih ada yang peduli, walaupun disertai omelan2 dari mereka karena sikapku ini. Masih ada sejuta kesabaran guys. Love u Daddy, bwt semua nasihat2nya yang bijak, rasional, menyejukkan dan memperkaya batin serta iman kepadaNya…

14 thoughts on “My Lovely Daddy

  1. **PERTAMAX**
    Hehehehe…
    Semuanya ga bisa tergantung dengan SAHABAT..
    Ada saatnya mereka ga bisa membantu kita, tp jgn kita lgsng bpkran negatif. Ambil positifnya aja.. Karena mereka juga manusia, ga selamanya “Mereka Selalu Ada Untuk Kita”..

    Sarah : Bener juga yagh…mgkn aQ jg yg terlalu maksa gmn gitu, n terlalu maksa mereka untuk kerja sama2…iya degh. makasih buat masukannya…sgt berharga buat seorang Sarah๐Ÿ™‚

  2. mungkin teman-teman sarah menganggap sarah mampu melakukan sendiri. dan kita juga tidak boleh terlalu berharap meski kita adalah satu tim. teman-teman lingkunganku berkata, yang waras yang ngalah. eh…, comentku ngawur ya…

    Sarah : g jg koq…mksh y koomentya…

  3. Saraaahh.. Pa kuaaaabaaarr?? Sahabat2mu gmn kabarnya?
    Salam buat semua sahabat2mu ya?
    Hehehehe…

    Sarah : iyaaaa………….kabarQ baik2 sja..sahabat2Q juga semuanya sangat baik2 ..salam balik dari sahabat2Q (aQ mewaikili sahabat2Q saja) Hehe…

  4. suatu defenisi yang bagus๐Ÿ˜€ *padahal tidak kubacaki sampai habis wkwwkw
    Pintar mentongi Sarah * dalam hati pintar betuljika ????

    heehehheh

    Sarah : Hahahaha…deh kodounk kasianQ…ndak pintar lah…bacaQ baik2, kentaranya bd yang nulis plin=plan, soalnya semua kok dibenerin aja??! Hahaha (kata pacarQ negh)…gawat..gawattt

  5. ciehhh…. hehehehehe… aku susah nemuin sahabat sejati… apalagi sejak aku hijrah ke Bali, makin garing deh, ga punya temen. tiap hari ngomongnya ama hamster doang๐Ÿ˜€

    Sarah : Iya ggtu degh kalo suka pindah2….mdh2n dpt tmn sejati ya….hamsternya khan bs jg jd teman sjti…hehe

  6. Haii..haiii..haaiii…
    Long Time no see..
    Posting yg baru dunkzzz…
    Hehehehe,,,,,

    Sarah : Wagh maafkn daku, sayangnya aQ lg mo hiatus dulu…lg sibuk nich…hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s