Uncategorized

Arti Sepi

Pernah ku buat ombak di pantai berlalu…menjauh dari kakiku, menjauhkan angin dari rambutku, dan menjauhkan langit dari jangkauanku…Pernah ku rasa sepi menghujam di teluk senduku..pernah ku buat malam menelanku bulat-bulat dan membiarkan bulan mengamatiku menyatu dengan warna kelam tak berbatas bintang-bintang…

Dan ketika itu pula, ku tumpahkan segala gejolak yang tak menentu, ketika ku berlari ku biarkan kemarahan merajai jiwaku…

Sampai nyaris mati aku sendirian…tanpa hewan malam tanpa persinggahan untukku menyandarkan letihku…

Kini bila sepi itu kembali…ku tergolek penantian yang ternyata juga pingsan di tengah kebisingan nyawa manusia…

15 thoughts on “Arti Sepi

  1. akulah desah lautan..akulah tangisan langit…akulah senyuman ladang..demikianlah cinta adalah desahan dari lautan perasaan,airmata dari langit permenungan..dan senyuman dari perladangan sukma…

    Sarah : Nice Words…Thanks for a good comment

  2. Pernah ku buat ombak di pantai berlalu…//sebuah masalah terjadi//
    menjauh dari kakiku, menjauhkan angin dari rambutku, dan menjauhkan langit dari jangkauanku//semua pergi, tertinggal sendiri//
    …Pernah ku rasa sepi menghujam di teluk senduku..pernah ku buat malam menelanku bulat-bulat dan membiarkan bulan mengamatiku menyatu dengan warna kelam tak berbatas bintang-bintang…//lagi kesepian//
    Dan ketika itu pula, ku tumpahkan segala gejolak yang tak menentu, ketika ku berlari ku biarkan kemarahan merajai jiwaku…//marah//
    Sampai nyaris mati aku sendirian…tanpa hewan malam tanpa persinggahan untukku menyandarkan letihku…//benar-benar sepi//
    Kini bila sepi itu kembali…//perasaannya mulai membaik//
    ku tergolek penantian yang ternyata juga pingsan di tengah kebisingan nyawa manusia…//tahu,bahwa sepi masih bisa membunuhku, eh, membunuhnya//

    Sarah : Wuih…lumayan bener semua…hehe…makasih ya…

    Pernah ku buat ombak di pantai berlalu…//aQ membuat sebuah masalah//
    menjauh dari kakiku, menjauhkan angin dari rambutku, dan menjauhkan langit dari jangkauanku//hingga semua pergi, aQ tertinggal sendiri//
    …Pernah ku rasa sepi menghujam di teluk senduku..pernah ku buat malam menelanku bulat-bulat dan membiarkan bulan mengamatiku menyatu dengan warna kelam tak berbatas bintang-bintang…//lagi kesepian dan merasa malu//
    Dan ketika itu pula, ku tumpahkan segala gejolak yang tak menentu, ketika ku berlari ku biarkan kemarahan merajai jiwaku…//perasaan yang tidak terarah//
    Sampai nyaris mati aku sendirian…tanpa hewan malam tanpa persinggahan untukku menyandarkan letihku…//benar-benar sepi//
    Kini bila sepi itu kembali…
    ku tergolek penantian yang ternyata juga pingsan di tengah kebisingan nyawa manusia…//telah terbiasa dengan sepi, jd jika kelak sepi itu datang, akan tetap ikhlas dan lebih sabar sampai akhir batas//

  3. sunyi sepi sendiri
    terdampar pada kesendirian di tengah hingar bingar
    datanglah pada kami dik
    bisik kumpulan wanita berjilbab sedang mengaji😀

    Sarah : Ntuh yang dibutuhkan klo lg kesepian…terima kaish kak

  4. sepi?
    ada waktu untuk tertawa
    ada waktu untuk menangis

    ada waktu untuk sendiri
    ada waktu untuk bersama-sama

    ada waktu untuk ngasih comment
    ada waktu untuk dapat comment (kayak sekarang ini he7x)

    Btw, Semua ada waktu nya …

    Sarah : Iya, simple tp ckp bijak..hehe…semua mmg ada bakal indah pd waktunya *lagu ini lagi*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s