Sahabat Tanpa Jejak

Pernah aku pindah ke kota cantik sejuk nan indah..Ambon…waktu itu  aku masih berumur 8 tahun. Disana, aku bersekolah di SD Islam Al-Fatah Ambon. Tidak sampai setahun, ayahku dipindah tugaskan kembali ke kota kelahiranku, Makassar…dan masuk lagi di sekolah yang juga sama sebelum aku ke Ambon, ke SD Negeri Mangkura I Makassar.

Ada satu saat yang tidak bisa kupelaskan dari otakku yang suka lemot dan pelupa ini *kok bs ingat? Entah, mungkin karena dalem aja rasanya*
Waktu itu siang hari, tepat hari keberangkatanku ke pelabuhan, dan kebetulan kota kecil nan sejuk Ambon itu, pelabuhannya memang tidak jauh dari sekolahku. Dan begitu melewati sekolahku, dari kaca mobil, aku menengok dan memandangi masjid paling besar di Ambon dan sebuah sekolah kecil di belakang masjid, halamannya yang bersih dan besar, serta lapangan upacara yang nampak dari kejauahan, aku menajamkan mataku untuk sekedar melihat pintu ruang kelasku…dan sampai hari ini, gambar itu masih teringat jelas di kepalaku…

Tiba di Makassar, tidak lama setelah itu, terdengar kabar bahwa Ambon sedang ditimpa insiden berdarah, sebuah kerusuhan terjadi. Di rumah, di depan tv aku melihat dengan jelas, gedung masjid yang luar biasa megah, halaman yang tertata rapi yang sangat ku kenal, yah…itu Masjid dan Sekolah Islam Al-Fatah Ambon…menampung lebih dari 1000 orang berdarah-darah, bersembunyi di antara pilar2nya yang kokoh, tenda-tenda darurat mengisi lapangan upacara, pintu ruang kelasku, menganga…Tapi, rasanya jauh berbeda dengan ruang kelas yang ku ingat dulu.

Beberapa hari kemudian, Ayahku menelfon beberapa rekannya di Ambon…suara dentuman bom dan teriakan panik orang2 mengoyak hati kami sekeluarga…sejak itu, aku bertanya-tanya, dimana semua teman-temanku, apakah mereka baik-baik saja? Aku tak tahu…

Dan tahun lalu, aku memiliki account Friendster (sekarang udah g ada), aku bertemu dengan beberapa orang sahabat kecilku itu, hanya 2 orang…Arief dan Arie…Dari berita yang mereka sampaikan, beberapa sahabat kecilku sudah kembali ke kota kelahirannya masing-masing, yang rata-rata berasal dari Jawa dan Sulawesi, tapi itu hanya beberapa, yang lainnya nyaris tak terdengar sampai sekarang. Begitu blog   ini selesai dibuat, aQ melihat blog sseorang yang mengaku anak Ambon, namanya Indra, dari blognya, aku melihat foto2 kota Ambon…dan meminta dia bila kelak dia kembali ke Ambon, untuk mengambilkan aku gambar SD Islam Al-Fatah Ambon… 🙂

Dimanapun sahabat2ku ini berada, aku mendoakan yang terbaik untukmu sahabat2 kecilQ..

Iklan

22 thoughts on “Sahabat Tanpa Jejak

  1. cenya95 berkata:

    Ambon dulu lebih indah.
    Hasil kerja membangun hanya musnah dalam waktu sesaat.
    😦 hatiku bila melihat orang hanya dapat merusak kasih sayang sesama.
    mudah-mudah cepat sadar.
    salam

    Sarah : Iya, bner bgt mas…pdhl mmbngun sema yg indah2 itu g gmpng mnghncurkannya….amin, kita doakan sj y…

  2. Rizal berkata:

    Semoga hal yang terjadi di Ambon… tidak pernah terulang kembali
    Kejadian itu adalah salah satu yang terburuk dalam sejarah Negara ini…

    Sarah : aQ juga berharap demikian…amin…semoga Allah senantiasa menjaga bangsa dan negara Qta ini…amin…

  3. Ria berkata:

    semoga ambon akan selalu damai dan perpecahan disana dapat segera di satukan kembali…kita semua bersaudara sebangsa dan setanah air *sok nasionalis nih :D*

    Sarah : Amin…aQ jg berhrp demikian…heehe..

  4. reni berkata:

    Mampir lagi… Semoga teman-2 mba Sarah baik-2 saja. Semoga Allah masih akan mempertemukan mbak dg teman-2 masa kecil. Ah indahnya bila semua itu terjadi…
    Oya, ijin mau link blog mba Sarah di link aq. Thax….. 🙂

    Sarah : Okey, aQ link balik, mohon ditunggu y, mungkin minggu depan baru bisa, coz smrntar lg ngedit link2 yg masuk, coz ada bbrp yg error..hahaha..

  5. Erik berkata:

    Semoga mbak Sarah bisa bertemu lagi dengan temen temen masa kecil.

    Semoga Ambon bisa tetap damai.

    Sarah : Terima kasih atas doanya…amin…amin…

  6. humorbendol berkata:

    smoga segera ketemu temen2nya mbak
    amin.
    Eh..ada yang dari Jawa ya? ehem…Bendol bukan ya?
    hehehe…..
    *ada abangnya gak ya?*
    😉

    Sarah : hehe…emangnya Om Bendol pernah SD di Ambon? Xixix…abangnya selalu ada…ada di..hati…hahahaha

  7. p u a k berkata:

    “Termehek mehek” bisa bantu gak ya?
    Ya, semoga mereka semua baik2 saja.

    Sarah : Wallah, aQ berani bertaruh, mereka tak akan mampu..hehhee…amin, mksh atas doanya

  8. humorbendol berkata:

    ada di hati? Ngintip dong..hehe….
    Baaaaang…..dimana dikau?
    😉

    Sarah : G boleh ngintip, bukan muhrimnya *lho?!* g boleh, beliin aQ teh botol sosro dulu, bru blh ngintipin abang ..wkwkwk…sblm aQ mmkn hati..mkn hati…Qta ngomong ap sich, sbnrnya? Hehehe.. *ngawur mode on*

  9. omiyan berkata:

    doa seorang sahabat pasti akan selalu diqabulkan selamat….eh pisang ambonnya mana

    **** ikut rindu ngaccciiirrrrrr ****

    Sarah : Amin…amin..wallah ikut2an sm mbak Rindu aja nich…hehe

  10. dariman berkata:

    Semoga bisa ketemu kembali dengan sahabat kecil, sahabat tidak mungin terlepas dari pikiran. Jika tak terlintas dalam pikiran namanya bukan sahabat. 😀 tapi sekedar kenal

    Sarah : Iya bener juga y,..mksh dukungan dan doanya y….
    mksh jg udah mampir ke blogQ
    salam kenal

  11. starbozz berkata:

    Hi friend.. Nice post.. Visit my blog and post your comments.. I have added you to my blog roll.. Hope you too will do the same.. Take care… Keep in touch mate!!!http://starbozz.wordpress.com

    Sarah : Hi, thanks to visited my blog, and thank to added my blog to your blog, Hope you still waiting to added your blog in here, nice 2 know you, also thanks 2 being my new friends

  12. INDAHREPHI berkata:

    turut berduka cinta sarah…
    apapun itu, yang pasti perselisihan tidak akan pernah memberikan efek yang baik.
    semoga temen2 sarah baik2 aja dan selalu dalam lindungan Tuhan. seandainya mereka sudah ada yang berpulang, semoga mendapatkan tempat terindah di sisi Nya.amin

    Sarah : AMin, bener banget mbak, perselisihan, pertengkaran dan peperangan mmg tidak menghasilkan apa2, selain duka yg mendalam…amin, makasih atas doanya y….amin

  13. dobleh yang malang berkata:

    aku meninggalkan jejak untukmu sahabatku.
    salam hangat selalu

    Sarah : Hehe..terima kasih bang…jejaknya kok kotor banget y, habs banjir d mn bang? Hehe , aQ khan capek ngepelnya *kabur ah*:mrgreen:

  14. Nug berkata:

    Ceritamu yang menyentuh tentang tragedi di Ambon itu entah kenapa membuatku merinding Sarah.. Kenapa sih bangsa kita gampang sekali tersulut dan mau aja dimanfaatkan oleh orang2 hingga harus saling membantai dengan sadis untuk sesuatu yang kadang gak jelas juga sebabnya..??
    Ya, sudahlah, kita berdoa aja semoga akan ada kedamaian hakiki di Ambon dan disluruh wilayah Indonesia dan juga di dunia…
    Jadi sudah ketemu tambahan selain 2 orang sahabat kecilmu dulu lagi gak? Mungkin kalau sudah aman gini bisa main2 lagi kesana karena belum tentu semua akan punya akses ke internet kan..? 🙂

    Sarah : AMin, Qta doakan saja yg terbaik untuk negeri dan bangsa tercinta Qta ini bang…amin….
    aQ belum bs mampir dan main2 ke sana bang, maklum disini aj masih banyak yg harus aQ kerjakan, tapi doaQ tidak berhenti mengalir untuk mereka yang tidak Qketauhi keberadaannya…sampai saat ini mmg masih 2 org saja…

  15. demoffy berkata:

    Sahabat bagai seorang yang tak dapat diLupakan…
    karena sahabat adaLah bagian dari kita sebagi makhLuk sosiaL…

    Sarah : Setuju…sahabat adalah bagian penting dlm hdp..
    mksh y udah mampir k blogQ
    salam kenal

  16. buddy berkata:

    sd al Fatah,,,, 5 tahun sy di situ, mulai dari kaseknya ROHANI AMMA GOBEL dan kemudian diganti HASAN SUWAKUL….

    TAON brp skolah di situ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s