puisi · Simple Word

Dia atau Aku

Ada apa ini…

Dia bilang padaku, dia takut pada lampu-lampu kota,

katanya seperti batu-batu meteor yang siap menghujani bumi…

Dia berkata padaku, dia takut pada mobil-mobil di kota,

katanya lebih mengerikan dan terbirit-birit daripada kawanan kuda liar…

Dia berteriak padaku, dia tak mengerti mengapa orang-orang berbicara pada mesin di tangan mereka,

katanya itu lebih sinting daripada bersyair sendirian di ladang…

Dia terkekeh, katanya perempuan-perempuan kota banyak kekurangan kain untuk menutup auratnya,

katanya itu lebih rendah daripada diarak sekliling kampung…

Siapa yang harus malu,

Dia atau aku…

39 thoughts on “Dia atau Aku

  1. …yang kemudian aku menagis, ada apa ini…
    …aku berteriak, katanya mulutku sih teriakanku berisi beberapa kata; Aku Gak Ngerti

    Sarah : Hehe..sama aQ jg g ngerti..hehe..mksh dah mampir ke blogQ
    Salam kenal, knp g tinggalin jejak?

  2. ikut2 an malu ah…
    bener makin kesini kain makin mahal..
    jujur sangat khawatir, sederhana saja, buntut dua-duanya cewek…

    Sarah : Hehhe..tau aja klo cew….wiw

  3. aku berkata, “Di desa-desa deket kali, orang lebih memilih punya TV dan VCD player daripada punya WC. Mereka “Kontes Pantat” tiap kali BAB.”

    Sarah : Hihhi, g tau mo bilang apa, bs berbae klo Qbilang bgitu juga…hahah…mksh y udah mampir k blogQ

  4. ini cerita tarzan ke kota yah hehe😀 bercanda
    seperti biasa puisinya dalem banget maknanya🙂

    Peace and Love
    Red Dog

    Sarah : Bisa jdi bgitu…hehehe….Tarzan, dan aQ Jane… Wkwkwkwk.. *maunya*

  5. yang lebih baik adalah bagaimana kita sama-sama berbenah, bukan saling menyalahkan. saya khawatir justru malah sama-sama salah

    Sarah : Nice Comment of The Day…
    Ya benar banget bang, aQ ras jg sebaiknya begitu…mksh atas nasihatnya
    🙂

  6. Setiap orang punya ciri khas masing-masing. Kalau itu dilakukan karena dia sadar sepenuhnya, bukan karena paksaan orang lain; ya sudah, bangga saja dengan diri sendiri…

    Because I’m proud to be what I am, right now, meskipun terus saja membenahi diri sendiri… pelan-pelan saja….
    Sarah juga, kan?🙂

    Sarah : Iya mbak, Insya Allah, ya Qta bs memperbaiki diri Qta menjadi pribadi yg lbh baik…walopun ssh banget..ssh banget sampe mampus…

  7. hiks…hikss…masih mending bicara dan tertawa-tawa sendiri dengan mesin yang di gengam di tangan, lha ini bicara sendiri lewat sesuatu yang tersumbat di telinga tanpa menggenggam apapun, atau bahkan, tertawa, menangis, sedih dan gembira di depan kotak kecil yang sering orang sebut PC…ah memang makin aneh aja duni ini..
    boleh tukar link, mbak Sarah ?

    Sarah : Semakin aneh, tp kdg Qta juga semakin menikmatinya..hmm…hehe…tentu boleh, mksh y, tp untuk link balik mohon ditunggu dikit y, aQ up date link2 yg masuk juga…hehe..

  8. *Aku Kira itu suara Bom*

    sdh beberapa hari ini’aku sering berdiam diri ditengah ladang hujan,dibelakang rumahku.
    menunggu bunyi kata yg hinggap dipucuk dedauan hatiku. kadang bunyinya suka membuatku tertawa
    seperti bunyi kentut ditengah malam
    yg membuat jiwaku mengigil ketakutan
    aku kira itu suara Bom Tank Isarel yg tanpa di undang menghantam saung tempat ku berdiam diri ditengah ladang hujan dibelakang rumahku

    Sarah : aQ tak mengerti kenapa banyak orang terpenjara dalam sebuah layar kaca,
    kenapa berlari-lari dan berdarah-darah..
    pertunjukan kah itu? Sebuah kisah kah itu? Atau sebuah kenyataan?
    Mengapa tangisan mereka memilukan,
    aku tak mengerti mengapa banyak benda-benda berisik di sini,
    bersahut-sahut dan berteriak, sebentar-sebentar ada dentuman, ini suarau musik atau sebuah doa-doa?
    Lebih baik aQ kembali ke ladangku…

  9. sdh waktunya kamu bikin buku puisi,dek.
    kata-katamu itu;harum.

    Sarah : astagfirullah…nggak banget bang, justru aQ sangat belum ada apa-apanya..hahaha…bang LJ aja yg bikin buku..harus, karena puisi bang LJ, dashyat abies, aQ mah masih bego, kdg2 bahkan blm ngerti puisi org…mana juga suka mood2 aja….hahaha

  10. hanya ingin minta maaf…
    hanya kalbu yang bersih yang tahu…

    Sarah : Tidak apa2 mas. Smga Mas menemukan apa yang sedang mas Uki perjuangkan…amin…

  11. Amin…..
    makasih… karna takut orang cibinong, bogor pada baca postingan tersebut. kata calon istri saya klo belum 2 minggu sebelum pernikahan, mohon orang yang deket rumah jangan tahu dulu.. itu mintanya..

    Sarah : Oo…ternyata begitu…y udah gpp…semoga sukses mas, dan langgeng sm sag calon isri y…hehe…. more lovable

  12. walah-2..katanya mo nyelesaiin tugas akhir…Kok blog walking?
    hayooo…
    heheh…
    salam buat abang…

    Sarah : Lah, emangnya g boleh Om? Hahahah…. khan msh bs refreshing dounkkkzzz..

  13. Refreshing??? Sejak tadi refreshing mulu???
    huuuu…..
    hehe…mbak…mmh…tukar link dong….🙂

    Sarah : Hahahahaha…iya ini jg udah hampir kelar…hahaha..tenang om, kayak abang Troy aja dech…hehehe, tuker link, so pasti Om…

  14. sepakat sama quote terakhir “Dia terkekeh, katanya perempuan-perempuan kota banyak kekurangan kain untuk menutup auratnya” belom punya uang buat namabahin kain kali xixixixi

    Sarah : hahaha…g punya duit, atau pelit….hehe

  15. dia atau aku?

    Sapa ya yang malu?

    tergantung dari sudut pandnag kita si sarah

    Sarah : Iya memang, makanya aQ g memasukkan statementQ sendiri, karena mmg tergantung dr sudut pandang masing2 aja..:mrgreen:

  16. Dan ini bener-bener kejadian yang ada saat ini.
    Btw, kalo pandangan Sarah sendiri soal wanita2 yang kekurangan kain untuk menutup aurat, bagaimana?😀

    Sarah : Klo mnrt aQ pribadi sich, mengumbar aurat terlalu berlebihan kesannya seronok aj, bagus klo sesuai, tapi sering juga ada temen2 yg g banget dech makenya…hehe…
    Dan aQ mikir, yg kekurangan kain githu, kayaknya kasian aj, dipandangi seluruh mata lelaki dengan gratissss….ogah dah..

  17. teorinya sih aku, tapi terkadang dalam praktek kata dia lebih sering digunakan.

    Sarah : Yup, bener, tp lbh baik lg klo semuanya tergantung dr sisi Qta memaknainya sendiri

  18. Siapa yang harus malu,
    Dia atau aku…

    Dia atau aku ya?? Lupa euy… kayaknya dia deh…
    eh.. tapi dia atau aku ya??? udah 3 x…. nggak usah dipikirin, yang penting…. mantabss sar…hiks😉

    Sarah : Walah, mumet aQ baca koment bang bujat juga..hahahaha

  19. emang mbak .
    kemajuan teknologi tidak di imbangi dengan kemajuan moral dan etika .
    seharusnya kita lebih malu dari orang desa yang selama ini kita ‘malu-maluin’ karena kita anggap kuno .
    karena justru dengan teknologi yang semakin maju , maka secara tidak langsung hidup kita kembali ke primitif lagi .
    bisa d liat dari semakin banyak cew yang g malu g pke baju yang pnts , pria berdandan seperti wanita , seks yg mewabah , dsb .

    yah , , kemajuan teknologi seperti pisau bermata dua dalam pandangan saya .

    Sarah : Seharusnya banyak org dan Qta sendri bs memilah dan memilih mn yg baik Qta ikuti dan mn yg nggak, begitu dgn pemanfaatn kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan seharusnya dibarengi dengan kepintaran dan kecerdasan serta kebijakan dr maisng2 individu untuk bekerya, dan memajukan bangsa serta negara…aQ rasa keseimbangan moral bangsa aja yang g berjalan berbarengan dengan kemajuan IPTEK, smeoga kelak segalanya menjadi lebih baik y…amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s