puisi · Sarah

Emosi dan Tulisan

diary

Sayang sekali blogQ (sorry g di link y) tempatQ curhat habis2an sedang nggak bisa dipake dalam beberapa hari ini, sebab dalam perbaikan. Yah, benar, aQ memang memiliki banyak accouut blog, tapi sayang semuanya nggak ada yang beres, hehe.. bukan karena tidak setia, tidak konsist, dll. Tapi karena selalu pengen ‘nyoba’. Dan pada akhirnya di blog ini memang aQ paling banyak nemu pengalaman hebat dan bertemu dengan teman2 yang luar biasa. Sementara aQ punya 1 blog, tempatQ menaruh segala uneg2, hampir tidak pernah ada orang yang mampir ke blog itu. Tapi justru itu yang aQ suka.. *aneh*

Aku termasuk salah satu orang aneh yang pernah ada, karena aku paling suka mengeluh, berbagi apapun itu lewat tulisan. Dari kecil, aku tahu kalau diriQ adalah orang yang susah mengungkapkan perasaan dengan sungguh2 dan detail. Hampir segala permasalahanQ ku tuangkan lewat tulisan. Kalaupun curhat dan share sm tmn2 g pernah mendetail atau berhasil membahasakannya dengan baik, yang ada tmn2 malah bingung atau malah ‘ngambang’ di tengah pembicaraan.

Berbicara melalui tulisan tidak sama dengan menyimak sebuah tulisan. Setiap orang memiliki caranya menulis masing2, setiap orang pun memiliki pandangan masing2. Aku juga tipe orang yang kadang ‘cuek’ dengan sebuah tulisan, kadang malah nggak mau mikir tentang sebuah tulisan, atau kadang pula malah sangat bahagia dengan sebuah tulisan, kadang menjadi terobsesi gara2 sebuah tulisan, mengagumi seseorang lewat tulisan, dll.

Tetapi benarkah, gaya menulis seseorang bisa dikaitkan dengan pribadi orang tersebut? Benarkan bahwa mengamati sebuah tulisan adalah sama halnya dengan melihat sebuah realita? Ataukah ada yang pernah menulis spontan seperti ‘ngomong keceplosan’? Aku menemukan dimensi berbeda saat menulis dan membaca. Terluka saat membaca, menangis saat menulis, atau sebaliknya tersenyum saat menulis, tertawa saat membaca.

Aku memahat diam dalam huruf, dan menorehkan kata dalam lisan di sebuah halaman kisah hidupku…

15 thoughts on “Emosi dan Tulisan

  1. Hah? Blog yang lama ya? hehe…yang banyak puisi itu ta?
    (sok tau deh hehe…)
    Walah…gak selalu kok mbak.
    Bendol di blognya suka cengengesan, padahal aslinya..Bendol tuh Kalem, pendiam, gak suka ribut, santun, ramah, sopan
    halah2…mana ada kecap no 3?
    hehe….
    Akhirnya…nongol juga…
    hmmm…..Pengawalnya mana neh?
    hehehe…..

    Sarah :
    Bukan Om…bukan blog yg itu..hehehe… wallah pengawal yg mn nich om?
    :mrgreen:

  2. aku paling suka mengamati komen yang masuk ke blog. akan ketahuan kapasitas, emosi, dan penguasaan bahasanya. terlebih jika aku blogwalking, sekedar untuk mengetahui hal tersebut dari tulisan para sohib mayaku, selain mencari ilmu dan informasi tentunya.
    betul, sar. menurutku gaya menulis bisa dikaitkan dengan pribadi orangnya.

  3. iyap, lo benar
    s
    gw stuju dgn pndapat lo yg sprti iji
    “Tetapi benarkah, gaya menulis seseorang bisa dikaitkan dengan pribadi orang tersebut? Benarkan bahwa mengamati sebuah tulisan adalah sama halnya dengan melihat sebuah realita?”
    klo mnurut gw, itu bs dijadikan patokan qta bs mngenal pribadi dy slain brteman dan brtatap muka lgsg
    bgitulah, gw setuju😀

  4. eh ati2 kalau curhat disini tar ada yang kesinggung trus dipenjara deh..

    gue juga dibilang orang aneh.tp yo wis benlah.makanya belajar bikin blog trus kluarin uneg2 disini dan semoga gak ada yang baca. aneh khann.
    maaf blog masih ancur baru belajar makanya jaga jarak. emang belajar nyetir

  5. Punya blog banyak = suka gonta ganti pasangan.
    Bikin blog terus ditinggal = ga setia.

    So, sebenernya tulisan orang bisa dibuat nyontek untuk melihat kepribadian orang tersebut.

    ~sumber: ngasal.com, wakakaka…:mrgreen:

  6. “gaya menulis seseorang bisa dikaitkan dengan pribadi orang”?? saya pake gaya dada waktu nulis hehehe?? salam kenal ya … mampir ke rumah Blog saya.

  7. Saya setuju sekali …
    TUlisan itu merefleksikan pribadi si empunya tulisan …

    tapi harus membaca beberapa lho ya … baru ketahuan pribadinya …

    salam saya

  8. Betul banget tuh. Dengan menulis kita bisa mengekspresikan segala hal yang mungkin nggak bisa kita ungkapkan dengan lugas. Tulisan mampu membuat kita berucap dan bertuturkata dalam sebuah kebisuan. Aku juga tidak terbiasa berbicara dan mengungkapkan segala sesuatunya dengan kata-kata. Sebagai gantinya, aku mengungkapkan semuanya dalam tulisan. Keep writing, Sarah. Salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s