Memandang dari berbagai Sudut

Love Al-Quran

Love Al-Quran

Tepatnya 2 hari yang lalu, seperti biasa dalam setiap minggu, Papa mengajak aku dan saudara2ku untuk berdebat suatu topik dalam bahasa inggris.

Kali ini temanya adalah The Holy Qur’an (al-Quran). Perdebatan dalam bahasa inggris dengan topik luar biasa ini rupanya sangat menyenangkan, Papa mulai bertanya, mengapa rata2 orang lebih banyak memnbaca Al-Quran disaat bulan Ramadhan, atau Kapan dan bagaimana Al-Quran bisa turun ke bumi? Tentu saja pertanyaa2n itu dilontarkan dalam bahasa inggris dan dijawab dengan bahasa inggris pula oleh sauadar2ku.

quran5xj1eu4

Semakin larut, semakin banyak hal yang ingin ku tanyakan (maklum aku masih kurang banget), aku nanya sama Papa. “Mengapa setiap orang memiliki pemahaman & penafsiran yang berbeda2 tentang arti / makna dalam setiap ayat2 Al-Quran, Bisakah kita menemukan atau menetnukan mana kira2 yang benar, bisakah kita menolak suatu pendapat dan menyatakan bahwa pendapat itu salah/keliru atau benar?” Papa meng-anggukkan kepalanya, kemudian aku melanjutkan “Aku sudah membaca 2 buku besar karya Agus Mustofa yang lura biasa itu, ‘Pusaran Energi Kabah‘ dan ‘Ternyata Akhirat Tidak Kekal‘, kemudian aku googling, rupanya ada beberapa web, blogger yang kemudian membahas dan membandingkan beberapa ayat & menyatakan beberapa kekeliruan besar Agus Mustofa dalam menafsirkan ayat Al-Quran. Saya menjadi bingung & bertanya-tanya, yang mana yang benar. Semua pendapat memiliki dalil yang kuat…selanjutnya saya penasarana dengan buku Agus Mustofa yang lain seperti ‘Adam Tak Diusir Dari Surga‘ atau ‘Ternyata Adam Dilahirkan‘, tapi saya ragu membacanya, sebab saya takut akan memiliki penafsiran yang jauh berbeda dengan penafsiran yang sudah begitu lama saya anut, hampir sepanjang umurku ini. Seorang teman hendak meminjamkan buku tentang Adam tersebut, awalnya saya setuju bertukar pinjam buku karya Agus Mustofa dengan sahabat2 saya itu, tetapi setelah itu saya jadi berfikir, akhirnya kemudian saya menunda untuk meminjam buku tersebut, sebab saya ingin mempertimbangkan beberapa hal termasuk tentang berbagai penafsiran & pemahaman yang berbeda-beda itu”.

Papa kemudian tersenyum, lalu berkata “Kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, bila seseorang masih ragu terhadap beberapa pertimbangan, lebih baik memang menunda atau tidak membaca buku itu sama sekali” Kemudian beliau mengambil kotak pensil adikQ.

“Sekarang, saya akan bertanya, what is it?” Katanya

Pencil Box” Kataku & kakakku

Bisa kah kau melihatnya dengan utuh?”

Aku & kakakQ saling memandang, dan kompak mnejawab “Tidak!”

“Kenapa?”

Aku & KakakQ saling memandang lagi dan terdiam untuk beberapa saat …

Papa lalu terseyum dan berkata “Kalian tidak melihat utuh, saya juga tidak melihat kotak pensil ini dengan utuh, sebab yang kalian lihat hanya bagian depan dari kotak pensil, tapi kalian tidak melihat bagian belakang, bagian atas, bagian bawah, bagian kanan, bagian kiri kotak pensil, sekalipun kotak pensil ini akan kalian pegang, atau sekalipun kotak pensil ini akan kalian pecahkan satu-persatu bagiannya. Tidak ada benda manapun di dunia ini yang bisa kalian raih & lihat secara menyeluruh, secara utuh…”

Aku tertegun dengan jawaban Beliau yang selalu berhasil menggetarkan hatiku…selalu….

“Kenyataannya, Manusia selalu memiliki keterbatasan, otak! Sekalipun seseorang sangat hebat dan pintar seperti seorang Ir.Agus Mustofa, Einstein, atau siapapun yang mengaku pintar, sebab meski ia sebenarnya lebih hebat dari chip komputer-pun memiliki keterbatasannya sendiri. Oleh karena itu, pemahaman & penafisiran manusia tentang ayat Al-Quran kemungkinan besar tidak seluruhnya sama, btetapi untuk menyatakan BENAR atau menyatakan KELIRU terhadap suatu tafsir & makna Al-Quran, Subhanallah kita (Manusia) masih terlalu rendah, terlalu terbatas untuk menyelami kebenaran Allah SWT”.

Sejak 2 hari yang lalu itulah, akhirnya aku tahu dan sekarang aku tidak ragu untuk membaca buku apa saja yang berkaitan dengan agamaku, aku juga sudah tidak takut dinyatakan ‘salah’ terhadap suatu penafsiranku tentang beberapa hal. Aku tidak perlu lagi memikirkan “siapa Nabi yang paling di sayang Allah SWT, Muhammad atau Ibrahim?” yang seperti selama ini aku cari, dan cuma bikin aku makin pusing, ada yang bilang Muhammad sebab Muhammad SAW kekasih Allah SWT, ada juga yang bilang Ibrahim AS karena Ibrahim adalah bapak dari segala Nabi dan baik hatinya….

Semua yang dimiliki manusia memang terbatas… Thank’s for My Daddy, you are the best Daddy I ever know…

Iklan

18 thoughts on “Memandang dari berbagai Sudut

  1. sunarnosahlan berkata:

    ayat-ayat Al Qur’an ada yang sudah jelas tanpa perlu penjelasan dan ada pula yang memang perlu penafsiran dari ahli tafsir, bukan berarti setiap orang bebas menafsirkan menurut sekehendak hatinya

    Sarah : Terima kaish atas masukannya Mas. Sangat berarti & membantu 🙂

  2. hzulkarnain berkata:

    Benar, kita yang awam ini memang hanya boleh berikhtiar untuk menjadi lebih tahu – tanpa pretensi untuk menjadi paling tahu. Saya sepakat dengan pendapat Daddy … siapa sih kita hingga bisa men-“judgement” sesuatu benar atau tidak. Agus Mustofa berpandangan sufi, sehingga untuk memahami tulisan-tulisannya perlu memahami sufisme.
    Kalau pernah mendengar mistisisme Islam, itulah sufi. Lebih banyak menilik hakikat daripada format … sehingga bagi kita yang biasa meninjau agama dalam wujud keseharian, sufisme adalah subjek yang cukup sulit dipahami.

    Zulkarnain
    mercusuarku.wordpress.com

    Sarah : Oo..aku nggak tahu kalo Ir. Agus jg seorang sufi, sebab dari yg Qbaca, beliau sangat menonjolkan dr sisi sains (terutama bidangnya) dan dr sisi tasawuf, jd membacanya mengalir ringan tak seberat sufi ..hehe…makasih atas info & kunjungannya. 🙂

  3. deady berkata:

    wah papa kamu keren banget sar
    sampe ngajak berdebat gitu
    hebattt

    Sarah : Makasih, tp kmau jg pastinya punya papa yg g kalah keren & hebatnya..hehe

  4. nakjaDimande berkata:

    senangnya sarah yang punya papa dan rutin berbagi ilmu 🙂

    bundo juga pernah takut seperti itu.. akhirnya ga baca apa2 lagi.. akhirnya ga tau apa” juga 🙂
    InsyaAllah bila niatnya belajar karena Allah SWT.. DIA akan terus menuntun kita
    takkan dibiarkan sesat selama kita terus bersandar padaNYA.

    Sarah : Hehe….ya bun, aQ jg percaya hal itu, selaam Qta berusaha untuk mendekatiNya, selama itu jg Ia memberi petunjuknya dgn caraNya tersendiri, aQ merasakan itu… Amin… Insya Allah y bun, Qta bs ttp berusaha bersama2 menjadi hambaNya yg senantasa beriman.. 🙂

  5. nur ichsan berkata:

    alkhamdulillah bapa kamu masih melksanakn tnggung jwabnya untuk mewrisi ilmunya.

    aku juga pernah mengalmi kebimbngn tentng pendapt para ulama yang berfariasi, namun akhirnya aku bisa memilah dengn tidak ber taqlid n mmplajari apa yang ulama pelajari,

    Sarah : Alhamdulillah demikian..hehe

    dan alhamdulillah, kamu sudah bisa memilah dan mempljr ajaran agaman dgn keyakinan sendiri, bgs itu…hehe… maksih udah mampir k blogQ ya
    salam kenal
    🙂

  6. blog dofollow berkata:

    hehe.. mantap nih papa nya sarah. Apalagi by english lo.. Kalo aq harus buka kamus dulu nih..
    Memang bener mas sunarnosahlan, ayat2 yg dhohir seperti Allah itu Haq adalah JELAS dan tidak perlu (dan tidak usah) diperdebatkan lagi. Ayat yg bisa ditafsirkan pun (seperti memegang lawan jenis membatalkan wudlu atau tidak) baru boleh ditafsirkan oleh ahli tafsir dgn persyaratan yg cukup berat (minimal hafidz Al Quran dan menguasai hadits2 minimal imam Bukhori & Muslim dan juga Ilmu tafsir Al Quran).

    Sarah : Makasih..besar banget neh kepalaQ…hahaha…apa yg dikatakan sm mas sunorsahlan mmg bnr, aku jd ingat jg bbrp kata ulama yg mengatakan hal yg sama. Al Quran itu sbnrnya g sulit, saking g sulitnya mungkin org2 jd mmlk pemikiran msg2 sesuai kdr masing2..hehe *sotoy* .
    Makasih jg atas infonya yach mengenao perdebatan ini… Semoga Qta bs mnjd hambaNya yg senantiasa sholeh… dan di rahmati serta senantiasa diberi ptunjuk olehNya…amin..

  7. apriliawaludin berkata:

    wah,.,!! apriel juga pernah kebingungan!! oiya saya mau tanya… tentang NII negara islam indonesia..!! saya masih bingung dengan itu..~~~ ?? oiya salam kenal ya..!! email saya udin_whiz@u-din.com saya mau penjelasan tentang NII

    Sarah : Insya Allah skrg g bingung lg yach..hehe
    spnjang yg aQ tahu, NII mrupkan salah satu bentuk pemerintahan yang brlndaskan hukum islam sbgi hukum dasarnya dan hukum tertingginya adalah Al Quran dan Hadits.
    Aku pernah memprdbtkannya dgn tmn2 di kampus, kami spkrt bahwa bentuk pemeirntahan ini pasti sbnrnya yg terbaik untuk ngra Qta, hukumnya mungkin tdk lagi mnjd gampang dibolak-balikkan, diperjual belikan, dsb, bahkan bs jd membuat pelaku kriminal kapok seumur hdp, hukum pemerinthan ini ketegasannya pasti luar biasa. Negara Islam Indonesia telah diproklamirkan oleh As-Syahid Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949.
    Untuk memperljarinya lbh enak, aQ udah googling buat kamu, soalnya klo aQ yg crta bs panjang banget..hahaha… cb tengok link ini yg khusus mmbhs NII http://www.nii-crisis-center.com/ dan http://members.tripod.com/darul_islam/nii-prev.html
    Makasih y udah mampir k blogQ
    salam kenal

  8. elmoudy berkata:

    berbahagialah yg gak lelah mengkaji al qur’an
    karena dengan mengkaji makna2 nya
    akan banyak pencerahan darinya

    btw… aq dah lama jg gak baca qur’an.. hehe

  9. Munawar AM berkata:

    sudut pandang itu banyak…. sebanyak manusia-nya
    sudut pandang itu luas…. seluas pengetahuan manusia-nya
    bagaimana kemudian sudut pandang yang banyak dan luas itu bisa saling bertemu?
    inilah yang mungkin bisa didiskusikan lebih lanjut.

  10. nuy berkata:

    tapi masih ada yang mengganjal dalam pikiran ini… mengapa Al Quran diturunkan oleh Allah swt melalui perantara Malaikat Jibril,, ga langsung ke Nabi Muhammad saw!!!!!?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s