Simple Word

Real Me Not

Kehebohan video Marshanda bagiku bukanlah sesuatu yang buruk, caranya mengeluatkan emosi juga bukan sebuah ‘kelainan’. Dan bukan maksudQ meningkatkan traffic blog dengan membahas Marshanda ini.. ^^

Dalam videonya, Cha2 (begitu Marshanda disapa) sempat menyebutkan bahwa ia pernah sakit hati sama teman2 SD-nya, so am I . Sampai sekarang rasanya masih sakit kalo mengingat ‘kejahatan’ teman2 SD dulu. Aku boleh seneng bercerita tentang masa-masa SD, atau boleh tersenyum sama teman2 lain pas heboh2nya ngebahas kepolosan anak SD, tetapi siapapun itu teman2 aQ, sahabat2 aQ nggak pernah ada yang tahu kalo sampai sekarang aQ masih masih sakit hati, masih gemetar keringat dingin klo mau injek kembali gedung SD-ku itu.

Kalo Marshanda meluapkan isi hatinya melalui music & lewat video, klo mbak Prita meluapkan sakit hatinya lewat E-Mail, maka aQ meluapkan sedikit rasa sakitQ di blog ini…

SD ku adalah salah satu Sekolah Dasar Negeri terkemuka di Makassar, adalah anak-anak hebat dan berprestasi luar biasa, serta anak-anak dari berbagai suku bangsa diprcaya untuk menimba ilmu di SD tsb.
Aku yang waktu SD memiliki kemampuan pas2an dan tergolong anak biasa2 saja, tidak menyangka klo sepulangnya aku dari Ambon (aku sempat pindah sekolah di Ambon nggak sampe setahun balik lagi ke Makassar dan kembali ke sekolah awal di Makassar ketika naik kelas 4) akan berhadapan dengan beberapa anak baru, perempuan2 kecil yang manis2 itu berasal dari Jakarta, dengan logat jakarta banget githu logh, dengan dandanan yang mewah, dengan prestasi khas anak Jakarta yang gemilang, dan dengan sikap bossy metropolitan menyeruak dan menyisakan rasa minder pada beberapa anak ‘lokal’. Aku termasuk salah satu ‘anak lokal’ itu. Whatever, sekarang ia udah jadi teman aQ di facebook (kayak Marshanda & temannya jg khan,yang udah jadi friend di facebook ^^).

Tetapi yang parah adalah waktu kelas 6 SD, wali kelas yang seharusnya bisa menjadi pengganti orang tua di sekolah, justru bagiku seperti nenek2 yang kelaparan, seperti ibu2 tiri di telenovela yang cuma mikirin materi dan berbagai keuntungan yang bisa ia dapatkan.

Pembagian tempat duduk bagi siswa-siswi tergantung index prestasi, yang nilainya di bawah 6 duduk si jajaran depan mejanya, yang di atas rata2 8 dan 9 duduk di jajaran bangku tengah yang dengan leluasa bisa mandang papan tulis, yang rata-rata 6-7, duduk di jajaran bangku dekat pintu, tempat yang paling mudah kehilangan konsentrasi (itulah tempat dudukQ). Tidak sampai di perbedaan index prestasi, beliau juga membedakan berdasarkan materi, yang banyak duit akan bawain dia oleh2, atau makanan setiap habis terima raport, tapi ia nggak bakal mau nerima makanan yang cuma dibeli di pinggir jalan, ia akan mengembalikan makanan itu ke murid yang udah ngasih, atau saat pengumpulan biodata, ia nggak akan nerima hasil cuci foto kilat dari pinggir jalan, akan ia kembalikan tanpa menghargai perasaan sang murid, ia juga nggak segan-segan menunjukkan bahwa ia tidak senang dengan seorang murid dan sebaliknya.

Begitu melihat temanQ di marahi habis-habisan gara2 makanan yang ia berikan ke wali kelas hanya makanan murah, hatiku tersayat, begitu melihat temanQ di omeli karena fotonya di cuci di foto kilat murah, hatiku seakan memberontak, ketika ia memarahiku habis2an karena aku malas memperhatian pelajarannya (karena kekesalanku) aku pun sebenarnya pengen ngamuk. Rasanya seperti harga diri udah diinjek2, dan brtahun-tahun rasa sakit itu nggak pernah bisa hilang sampai sekarang. Aku memaafkan semua itu, tetapi entah mengapa sakitnya masih menjalar sampai aku selesai kuliah sekarang.

Mudah-mudahan wali kelasku dulu udah sadar, insyaf dan tidak membawa sifat buruknya sampai liat lahat, atau semoga teman2 SD-ku yang sifatnya nggak banget itu juga bisa berubah dan dirahmati Allah SWT. Dan buat teman2 SDku yang pernah mrasakan sakit hati atas sikap wali kelas kita di kelas 6, serta sikap sombong teman2 SD kita itu, ini untuk kalian. Love you guys.. We’ll prove it, we can change the world…

34 thoughts on “Real Me Not

  1. Seperti kata Billy dalam bukunya yg bercover pink itu, belajarlah untuk memaafkan, bukan cuma memaafkan orang lain tapi juga memaafkan diri sendiri, untuk tidak lagi marah, untuk tidak lagi emosi :]

    sbenernya tindakan caca itu mnusiawi,
    tapi kalo sampe dibeberin di yutpup, apalagi dia public fgur,
    wah, keknya berlebihan :p

  2. ngakak baca komentar ichanx, hahahaha, nyadar kalo lo udah tua ?? :p

    Sarah : Doain aja gurunya itu yang baik2, mungkin beliau begitu juga karena lingkungan, karena awalnya beliau tidak bisa mendapatkan apa yang beliau inginkan, akhirnya menyalurkannya pada anak didiknya, hmmm, semoga beliau sudah berubah sekarang🙂

    Sarah says : Iya mbak, aQ selalu berdoa buat beliau, semoga aja beliau bs berubah dan dimaafkan oleh semua org2 yg pernah disakiti olehnya, Insya Allah nggak ada dendam..
    makasih y mbak
    🙂

  3. Kalo wali kelasnya dah sadar, jadikan friend aja di facebook mbak
    hehe…..
    Jujur sempet kaget liat Marshanda kayak gitu. Kesehariannya kan dia anak “yang manis”….

  4. Setiap orang berbeda ada yang gampang melupakan sakit hati ada juga yang susah…teman2 mari kita mendoakan Marshanda agar kesehatannya cepat pulih..buat Marshanda belajarlah melupakan semua yg telah berlalu sambut hari esok dengan semangat dan harapan baru…kamu pasti bisa karena kami terus mendoakanmu

  5. pada dasarnya manusia tuh punya dua kepribadian tinggal bagaimana indifidu itu sendiri dalam menyikapinya ,ada yng sukses meredam semua itu dan yang ga sukses ya seperti caca itu tadi tapi ya itu sangat manusiawi ya ngga sar,buat caca moga cepat sembuh dan buat sarah salam kangen dari pantai selatan oke?

  6. Sarah minta tolong dule ki pasang sai url link artikelku yg ini kodong di sidebar blogmu nah. ikutka kontes SEO butuhka backlink sebanyak2nya. thanks before. Approve nah, heheh. Imbalannya sy traktirko klo menang

  7. Kasihan banget dia. Kalau saja dia mau berbagi ke kawan dekatnya, mungkin tidak sampai demikian.

    Ataukah ini hanya suatu cara agar dia makin dikenal orang lagi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s