cinta · Simple Word

Mengobati Hati

aQ ingat dalam sebuah buku Jepang, ada kata2 seperti ini ‘seorang selemah apapun tak boleh menunjukkan bahwa ia memang lemah’. Sampai sekarang kata2 itu masih terpahat dengan jelas bagiQ. Bagiku menangis bukan hal yang tabu tetapi menangis akan menunjukkan bahwa sebenarnya Qta lemah dan membutuhkan orang lain, paling tidak  Qta berharap ada seseorang yang mau mendengar apa yang kita rasakan, dan seseorang yang  tidak  akan tertidur saat kita  sebenarnya secara tidak langsung meminta untuk dibantu.

Beberapa bulan ini, permasalahan mungkin tidak berhenti datang padaQ. aQ bisa saja keluar dari masalah tersebut dengan meninggalkan beberapa hal, sebab aQ memang bisa ‘keluar’. Tetapi keluar dari masalah itu akan menyakiti seseorang dan pastinya diriku sendiri. Seumur hidupQ, aQ tak pernah meninggalkan orang-orang yang Qkasihi tenggelam sendiri dalam masalahnya. Bukan tipeku juga sok baik dan menakar-nakar apa yang sudah kuberi untuk orang lain, tetapi jauh rupanya aQ semakin berharap sesuatu di tengah2 permasalahan yang ada.

aQ selalu merasa tetap ingin dianggap ‘ada’ di antara ‘ombak masalah’, aQ selalu ingin tetap diperhatikan di antara ‘ribuan debu pelik emosi karena masalah’, aQ pun ingin diberi semangat diantara ‘jenuh menghadapi masalah’, aQ ingin dibuat tertidur pulas sekali saja di antara penat berputar pada masalah yang sama setiap harinya.

aQ mencoba menghilang dari redup keramaian itu, aQ pikir mereka dan dia akan merindukan aQ, memperhatikan atau paling tidak mengasihi atau mungkin lebih tepatnya mengasihani aQ selama aQ ‘hilang’, tetapi kenyataannya tidak. Justru hal itu membuat aQ semakin berfikir bahwa aQ adalah orang yang paling egois, yang sebenarnya mungkin lelah tetapi tak dapat berbuat apa-apa, yang ingin berubah tetapi tak tahu harus bagaimana, yang ingin membantu tetapi selalu salah.

aQ hanya mencoba mengobati diriQ sendiri seperti aQ mengobati orang lain, aQ  mencoba menidurkan diriQ sendiri seperti caraku menidurkan orang lain, aQ mencoba memperhatikan diriQ sendiri seperti caraQ memperhatikan orang lain, aQ tidak akan menyalahkan diriQ sendiri seperti caraQ yang tidak menyalahkan orang lain, aQ akan mengasihani diriQ sendiri, seperti caraQ mengasihani orang lain, aQ berdoa untuk diriQ sendiri seperti caraQ berdoa untuk orang lain…Ternyata benar, Qta semua bisa melakukan sesuatu untuk diri Qta sendiri🙂 Menghargai diri sendiri seburuk apapun dan sekeliru apapun yang Qta lakukan untuk orang lain yang Qta cintai tanpa berharap ia akan melakukan hal yang sama untuk Qta, sebab mencintainya adalah cara Qta mengobati hati Qta sendiri…

35 thoughts on “Mengobati Hati

  1. berbuat baik pada orang lain *apapu bentuknya* itu perlu…
    tapi semua itu akan terasa hambar ketika kita tak dpt berbuat baik pada diri kita sendiri…😀

    ketika kita dpt memberikan apa yg terbaik unk diri sendiri, maka kita dpt memberikan yg terbaik unk orang yg ada disekitar kita, selain itu kita akan dpt lebih menghargai apa yg kita terima🙂

    SEMANGAT!

  2. Hampir semua orang ketemu sama yg namanya masalah…
    si kaya si miskin…
    si bos dan si bawahan.

    nah, sahabat adalah tempat paling enak diajak berbagi cerita masalah.
    beban kita bisa berkurang, dan beban mereka mungkin kagak tambah.
    yang ada adalah apa mereka ada waktu buat dengerin kita 😀

  3. Hampir semua orang ketemu sama yg namanya masalah…
    si kaya si miskin…
    si bos dan si bawahan.
    tapi yang penting pendekaan diri dangan allah dan rajin berjizir adalah obat hati yang sebenarnya

  4. sayang sekali sis sarah tidak menceritakan secara implisit masalah yg tengah dihadapi… sehingga kita 2 tidak bisa memberikan way out.
    tapi tetap semangad sis… Ketegaran akan membuatmu lebih dewasa dalam menghadapi badai kehidupan… halah🙂

  5. sepakat… mencintai adalah cara kita mengobati hati kita sendiri…
    kekuatan mencintai akan mengalahkan segala kelemahan yg ada…
    that powerfull of love

  6. obat hati iku ada lima… (menurut opik)

    Selama masih bisa bernafas, manusia tidak akan lepas dari apa yang namanya masalah. Dan sekarang tergantung bagaimana kita menyeleseikan masalah itu tanpa harus meninggalkannya.

  7. manusia tak bisa lepas dari masalah karena selama manusia manusia hidup tak bisa lepas dari masalah namun masalah pasti manusia akan menemukan jalan keluarnya
    salm kenal sobat

  8. benar kita harus selalu tegar
    bagaimana pun kondisi kita.
    kita ga pingin orang lain juga ikutan sedi kan
    gara2 kita, . tp bagaimana pun juga manusia ada saatnya perlu
    meneteskan air mata

  9. aku sendiri merasa membutuhkan orang lain… tapi bukan ktergantungan.
    dan masalah meneteskan air mata, nnggak ada salahnya. toh, Tuhan juga sudah membuat air mata di setiap mata manusia….

    salam hangat selalu…

  10. benar2 seorang wanita yg tegar, salut. itu memang benar tapi ga 100%
    saya sendiri juga pernah dengar bahwa ternyata dengan menangis bisa mengurangi beban 50%-70%
    tapi caranya ya jangan nangis di depan orang karena setiap orang juga punya beban masalah yg mungkin lebih besar dibanding kita. tengah malam saat hening shalat tahajjut trus nangis hanya kepada Allah swt, insya Allah jadi plong…

    salam kenal ya

  11. Di dalam sepi orang menatap diri sendiri, menghadap diri sendiri dan telanjang dalam jiwa…(Rendra)
    kadang mencintai itu, kita harus sadar akan konsekuensi hitam dan putihnya cinta itu sendiri…mengobati hati dengan memperbaiki diri adalah jalan terbaik, selalu intropseksi…
    Tulisan tentang hati yang bagus sekali…
    salam kenal ya…

  12. Saya jg sering merasa jd mnunjukkan klemahan kalo udah trlanjur menangis di dpn org lain…hix… Tapi kalo udh lama ga nangis (maksudnya, saya sngaja menguat2kan diri tiap ada masalah, jgn sampai nangis), rasanya jd nyesek n berat di dada T_T

    Jgn lupa kunjungi blog saya ya, sarah… Masih newbie banget hehehe ^_^

    FIGHTING…!!
    *GeumJanDi mode on*

  13. I understand where your coming from, and I totally respect the blog. For what its worth I also love the design of your website, pretty resourceful. Cheers.

  14. Everything is very open with a precise description of the challenges.
    It was definitely informative. Your site is extremely helpful.
    Thanks for sharing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s