Sarah

resign

Dulu waktu menjelang SMP, aQ berfikir dan ngeri sendiri membayangkan dunia SMA, masuk SMA ternyata dilewai dengan baik. Menjelang usai SMA, aQ juga ngeri membayangkan dunia Kampus, menjelang usai kampus, mulai lagi membayangkan dunia kerja itu seperti apa ya.. melewati dulu beberapa bulan masa pengamgguran dan berkompetisi dengan para fresh graduate maupun yang berpengalaman, bolai balik dari satu kantor ke kantor lain, dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Mikir2 mau buka usaha, tapi modal nggak ada..😦

Akhirnya sampai juga aQ di dunia kerja, dan semuanya bergejolak, semuanya seakan kehilangan batas, ritme kerja sangat cepat, lebih cepat dari dunia sekolah. Dan di dunia kerja, rasanya seperti berada dalam kotak yang g ada jendela dan pintu. aQ kehilangan waktu merasakan terikinya matahari di siang hari kecuali kalo istrahat makan siang. Semua berjalan seperti tak mengenal deru di jalan, televisi masih mempertontonkan aib para selebriti di pojok ruanganQ, dan aQ masih tidak ngeh dengan kasak kusu itu.

Berjalan beberapa bulan, mulai Qta mengenal banyak hal. Ada suka dan dukanya. Satu persatu, ‘hukum alam’ masih berpengaruh, ada yang bisa bertahan dan ada yang tidak bisa bertahan, alasannya pun bisa beragam. Satu sahabat menangis, satu sahabat marah dan satu sahabat jenuh. Satu per satu ‘mundur’ dan menapaki hidup baru di tempat lain, satu masih bertahan menjadi jobless, satu malah mencari pekerjaan kecil2an tetapi katanya membuatnya NYAMAN dalam arti sebenarnya.

aQ pribadi, mau kerja di mana saja da apa saja asal itu halal dan bisa membuatQ nyaman atau paling tidak bisa mengeksplor kemampuanQ, kenapa tidak? Qakui aQ sempat kehilangan beberapa moment penting, di fikiranQ kala itu hanya untuk bisa membantu keluarga, apapun ceritanya aQ harus kerja demi membantu, membahagiakan keluargaQ.  Tetapi belakngan aQ baru sadar, bukan hanya ini yang bisa Qjadikan pondasi untuk bertahan di dunia karier, ada hikmah yang bisa Qperoleh menjelang keluarnya diriQ dari dunia kerjaQ saat ini.

Sulit mengungkapkan apa yang tengah Qrasakan tetapi kawan, yang terbaik dari setiap kejadian apapun adalah belajar menjadi pribadi yang berhati besar dan pribadi yang lebih baik. Dengan begitu pun Qta bisa membahagiakan orang-orang yang Qta sayangi tanpa harus ‘menyiksa’ diri sendiri.

Semoga sahabat2Q yang memilih untuk resign, bisa sukses di tempat lain di luar sana….😀 keep rock

8 thoughts on “resign

  1. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Setiap babak dalam kehidupan adalah sebuah langkah yang menjadi pondasi buat langkah2 selanjutnya. Tetap semangat dan sukses selalu

  2. saya setuju dengan paragraf terakhir🙂
    dan menurut saya hidup itu adalah pilihan, dan resign jg termasuk pilihan
    tp apapun itu semoga ini adalah pilihan yg terbaik

  3. hai sarah, lama juga gak mampir ke blog yg simpel tapi sarat dengan hikmah kehidupan ini…wow.wow.wow. oya, met idul fitri ya, maaf lahir batin…:)
    anyway, resign seperti kata komentar diatas adalah pilihan..tp bagi saya, tidak penting apakah itu terbaik atau bukan…yg penting optimis terus, terus dan terus…sampai titik hidup yg terakhir. apa pernah terlintas jadi blogpreneur saja?..wkwkwk..

    nb. numpang link ya tentang modern carnival cruises..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s