“bekas” sahabat?

Betapa mudahnya orang mnecari musuh. Mungkin pepatah itu memang benar, sampai saat ini saya tidak bisa mengerti mengapa orang yang pernah mengaku bersahabat, sekejap saja bisa menjadi musuh besar yang tiada tandingannya.

Sahabat-sahabat saya cukup banyak, beragam karakter dan beragam pandangannya. Tetapi mereka adalah orang-orang luar biasa, yang dimana saya beruntung mengenal dan dekat dengan mereka.

SahabatQ

Mustahil, kita bersahabat tanpa pernah ada luka, saya pun demikian. Pernah dikhianati beruntun (istilah negh karena di khianati oleh 6 orang sahabat sekaligus dalam waktu yang bersamaan), pernah diceritain dari belakang, pernah digebukin, pernah (stop, ini bukan ajang mengingat-ingat lagi kesalahan/luka) ^^ .

SahabatQ

Yang pasti, saya pernah terluka sangat dalam tetapi saya tahu, hancurnya hati saya bukan akhir dari persahabatn sebab memutuskan tali persahabatan juga bukan jalan terbaik. Saya percaya bahwa sebagai seorang muslim, harus ada hati sekuat baja utnuk memaafkan, mengkompromikan keiklafan orang lain, dan berjiwa besar untuk tetap berilaturahmi  dan ternyata, hasilnya.. Allah memudahkan jalan baik itu.

sahabatQ

Tetapi, beda saya, beda juga orang lain. Sahabat saya tidak semuanya ‘bersahabat’, yang dulu Qmi se-gank, udah nggak lagi, si A nggak lagi bersahabat dengan si B & si C, karena kata mereka, mereka udah dikhianati. rasanya lelah sekali membujuk mereka untuk bersahabat lagi, 5 tahun sudah, mereka saling membenci satu sama lain, saya bahkan tidak bisa mengundang mereka dalam suatu acara saya, sebab dipastikan mereka tidak akan datang, karena mereka tidak mau bertemu dengan “bekas sahabat”.

SahabatQ

Mudah-mudahan, sifat ke- kanak-kanak-an mereka bisa luluh suatu hari nanti, di dunia ini tidak ada manusia yang cocok, semua pasti berbeda, semua pasti tidak cocok, tetapi berkompromi dan bersahabat dengan ketidak cocokan, akan membuat Qta saling menghargai & mencintai.. Insya Allah.. Mari bersahabat 🙂

Sarah Tidak Sendiri

Iklan

34 thoughts on ““bekas” sahabat?

  1. artja berkata:

    konon, seribu sahabat belumlah cukup, sementara satu mush saja sudah terlalu banyak..
    semoga kita semua tak pernah kehilangan sahabat-sahabat..

  2. Emy berkata:

    bekas sahabat…??
    jd inget sakitnya sar, pada saat sahabatan brubah jadi cinta, trus persahabatan itu pun hilang begitu saja,,

  3. sarahtidaksendiri berkata:

    @Emy
    wah, aQ jg pernah bgtu My, tp aQ g mau berlarut-larut, aQ percaya bahwa setiap org berhal mndptkan kesempatan kedua, jd aQ maafin aja & menawarkan untuk menjadi sahabatQ saja, mungkin karena keikhlasan sendiri, jadi Allah mempermudah rasa sakitQ, memberi pengganti yang jauh lebih baik dan bangga karena bisa melewatinya dengan baik.. 😀 Emy jg pst bs >_<

  4. alamendah berkata:

    Saya mempunyai dua orang shaabat yang sejak tiga tahun lalu saling bermusuhan dan gak bisa akur hingga sekarang. Berbagai cara sudah tak lakukan tetapi hasilnya btetap nihil. Sedih banget, rasanya biarpun keduanya masih bersahabat dengan saya.

  5. Remaja berkata:

    Sahabat itu bagaikan kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. 😆 Tp sebelum menjadi kupu-kupu yg indah, ada tahapan2 yg harus dilalui. Anggap saja ini proses untuk menemukan sahabat-sahabat terindah,

    Bener ga yah..???

  6. Bali hotel berkata:

    Thanks infonya, jadi ingat kelima sahabat-sahabat saya. Setelah kami perpisahan sekolah kami tidak pernah lagi ketemu sedih sekali 😦 , alhamdulilah masih juga berhubungan lewat hp. jadi cerita maaf ya mbak? artikel anda mengingatkan saya sama kelima sahabat saya. Semoga teman mbak yang berseteru lekas berdamai dan rukun kembali amien.
    Salam kenal ya 🙂

  7. y2n berkata:

    Hiyaaaa…. sy br nyadar…. ternyata sy termasuk bekas sahabat (lebay… hehehe….). *potonya kurang diriku…* 😦

  8. dgical berkata:

    haiii.. sarah, Apa kabar? ga tau angin apa yg bwt sy pen blogwalking lg. mampir di blogmu lagi. 🙂

    “bekas sahabat” ehmm.. alhamdulillah sy ga dpt/blum dpt kasus seperti kamu yg sy alami. Wajar sih klo teman2 lama (smp/sma) uda jarang kontakan lagi. Teman dtg dan pergi, hanya keluarga yg ttp setia. #ngomongapasayaini

  9. genigunungpati berkata:

    bagi ku tidak ada yang namanya “bekas sahabat” karena sahabat adalah untuk selama-lamanya…

    tapi,

    khlo “bekas kekasih” memang ada di dalam kamus ku…hihihihi

  10. Edi Psw berkata:

    Hati manusia sering berubah-ubah, tapi kalau bisa berubah untuk kebaikan bukan malah sebaliknya. Kalau teman2 sudah tidka mau bersahabat lagi, ya mau gimana lagi. Nggak usah terpaku pada seorang atau segelintir orang saja. Masih banyak orang2 yang mau bersahabat dengan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s