si Y

Memang benar, facebook adalah jejaring sosial yang menungkinkan seseorang untuk  “menemukan dan ditemukan” oleh orang lain yang muengkin pernah satu Sekolah dasar, satu TK, satu  SMP, satu SMA, ataupun sanak keluarga yang jauuuhh dan hampir nggak pernah ketemu.

Singkatnya di Facebook jugalah, akhirnya aku menemukan teman cowok yang dulunya kami satu SMA, pernah sekelas setahunanlah. Aku menjadi salah satu saksi, bahwa dulu di SMA, si cowok ini (sebut saja Y) termasuk anak yang jarang dideketin sama murid yang lain. Sekarang pikirkan, nggak mungkin banyak orang nge jauhin kita kalau kita nggak rese, iya khan? Intinya si Y bukan anak yang asyik, dalam artian sifatnya yang keras, sedikit angkuh, temparment dan nggak jelas maunya apa itu akhirnya cuma punya sedikit kawan.

Beberapa tahun aku menjejali Facebook, sebenanrnya ngeliat si Y di Facebook itu, saya agak kaget karea dia udah berubah, ternyata dia menekuni satu aktifitas seni yang berhasil membuatnya menjadi seorang profesional dibidang itu. Saya senang melihat akhirnya dia bisa sampai di satu titik, dimana seharusnya ia memang berada. Saya bersyukur untuk itu, akhirnya mungkin ia telah mendapatkan ‘tempat’nya yang terbaik.

Meski begitu, saya memilih untuk tidak meng request dia. Saya biarkan saja, buka karena sombong tapi karena saya masih menjaga-jaga diri kalau-kalau dia nggak mau temenan sama saya.

Sampai akhirnya, pekerjaan saya membutuhkan seseorang yang profesional di bidang seni yang kebetulan ditekuni sama si Y. Akhirnya saya mencoba saja, dengan harapan mungkin dia mau berteman dengan saya. Benar saja, saya di approve sama dia, dengan segera saya mengiriminya message tentang keperluan saya. Ujung-ujungnya message saya nggak dibalas-balas. Damn!  Saya jadi kesal dan berfikir bahwa ia memang tidak berubah banyak!

Ada satu hal yang saya pikirkan tentangnya, mungkin dia masih tetap saja rese, atau dia nggak mau berhubungan lebih dekat dengan orang-orang dari masa lalunya yang menjadi saksi bahwa dulu ia terkucilkan? Sakit hati kah ia?

Jika benar demikian saya minta maaf,  saya juga salah seih nge request dia karena ada ‘mau’nya aja.. 🙂 Hmmff

Iklan

3 thoughts on “si Y

  1. Goiq berkata:

    betul..betul..betul.. mungkin terlalu sibuk atau emang jarang buka FB.. soalnya sekarang kan lagi tren Google Plus… *ngaco*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s