Artikel · Sarah

DAN ITU NAMANYA “rasa”

Pekerjaan saya sekarang ini adalah sebuah pekerjaan yang akan melibatkan saya pada banyak sekali kehidupan sosial yang berbeda. Prediksi terbesar adalah saya akan ‘bergulat’ secara tidak langsung dengan orang-orang yang terbiasa bekerja dengan paradigma berbisnis sampai yang berparadigma ‘entertainment’ atau bahkan dengan paradigma seni, hobi, profesional?

Semua itu merangkap menjadi satu bagian yang sepertinya tersusunn bagai puzzle, berkumpul dan menyatu di dalam genggaman pekerjaan yang tengah saya jalani ini bersamaan dengan paradigma ‘berbeda pula.

Mari menitih sedikit ruang lingkup pekerjaan saya ini, -mencari, menemukan, berdiskusi, menentukan ‘nilai’, memberikan pnawaran, mengundang segelintir ‘paradigma’ yang sudah saya sebutkan di atas, menyatukan misi, the show must go on, dan holllaahhh, insya Allah semua senang, semua puas, semua ingin kembali ‘meleburkan paradigma’-.

Salah satu paradigma yang paling menarik bagi saya adalah, mereka-mereka yang berada di suatu tempat, di suatu waktu untuk satu tujuan ‘rasa’. Menurut saya, paradigma dengan pondasi ‘rasa’ inilah yang paling tulus. mereka adalah KOMUNITAS.

Komunitas-komunitas dengan paradigma yang unik inilah yang menjadi acuan dan motivasi trerbesar saya untuk bergelut di satu ‘muara’ besar yang tengah kami jalankan, di antara gempuran paradigma, komunitas hadir bagai angin, dapat berlalu dengan cepat tapi apa yang diberikannya sangatlah berarti, tidak lain karena ‘rasa’.

Komunitas-komunitas yang ‘berhasil’ memberi dan menularkan paradigma dengan ‘rasa’nya untuk keberhasilan menyatukan puzzle paradigma lainnya adalah, Komunitas Android Makassar, Komunitas Blogger AngingMammiri, L.U.G.U (Linux User Group UPG), Japan Lover Community (JLo), Mircale of Hypno Magic (MHM), Tamiya Makassar Community, Komunitas Desaign Kota Daeng, KasKus, Fotographer.net. Dan masih ada beberapa komunitas lainnya, (link nya nyusul deh ^^)

Saya tahu, di luar sana, masih banyak komunitas unik dan siap menularkan ‘rasa’. jadi, jangan lupa untuk memberi tahu saya, siapa mereka, hubungi saya .. ^^

Iklan

3 thoughts on “DAN ITU NAMANYA “rasa”

  1. organisasi anak muda jaman dulu berupa pergerakan utk memperoleh kemerdekaan,skrg banyak pula anak muda yg membuat komunitas utk mengisi kemerdekaan,…maybe

  2. konon kata community dalam bahasa inggris itu berasal dari kata come in dan unity..
    untuk meraih tujuan tertentu memang harus dengan kerja sama, tidak bisa sendiri..
    nice post salam kenal ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s