Artikel

makassar mo gang

Agak bingung sebenarnya mau nulis apa. Ditambah lagi, sejak udah jadi pegawai (ciee), saya jadi semakin ngak punya waktu untuk nge blog, see, blogku sepi kayak kuburan. Udah isi blognya hanya berisi tulisan-tulisan standar, jarang aktif, ya wajarlah mati suri. Well, terlepas dari cerita tentang blogku, saya tertarik untuk ikutan lomba blog yang diadakan Angingmammiri, kayaknya seru, apalagi temanya keren, Makassar Tidak Kasar.

Saat ini, saya sudah menjalin hubungan dengan seorang pria asal Medan, namanya Tendra. Hubungan kami sudah berjalan lebih dari 3 tahun (mohon doanya ^^). Ada banyak perbedaan yang membentengi kami, apalagi kalau bukan jarak, umur, kebiasaan dan pola pikir.

Pacar saya mulai bertanya tentang adat-adat Makassar, tata cara manikah, lamaran dan sebagainya. Saya yakin dia sudah menangkat alias kanan kiri gara-gara pembahasan ini. Dan di setiap pertengkaran kami, ada saja sedikit SARA didalamnya,

“Jangan suka pulang sendiri, di Makassar berita-beritanya negatif terus, cewek diperkosa di taxi lah, cewek dibawa kabur lah. Di sana sini tawuran, main bacok, apalah Makassar itu, kasar sekalinya” Katanya dengan dialeg Medan yang khas

Nggak ah, di mana pun itu, kalau namanya musibah ya bisa terjadi, kayak di Medan nggak pernah ada kejahatan aja” Balasku sewot

“Tapi di Makassar mah, beritanya di mana-mana”

“Nggak apa-apa, itu transparansi” kataku cuek

“Makan itu transparansi, oon banget sih!” Dia mulai makin panas

“Kebetulan aja, Makassar beritanya yang naik banget, padahal kota lain mah sama aja”

Nggak, di Makassar memang banyak orang nggak bener”

“Ya udah, kalau protes tentang Makassar dan orang-orangnya, ngapain masih pacaran sama aku?!”

“Itu karena bla bla bla bla bla bla”

Di lain waktu, saya bertengkar lagi dengan Tendra, hanya gara-gara masalah dialeg, logat dan bahasa lokal Medan-Makassar

“Makassar itu, bahasa didalamnya amat boros kata. Nggak ngerti deh, mau bilang ITU AJA harus dig anti jadi ITU MI SAJA. atau kata SAYA TIDAK MAU kenapa harus diganti SAYA TIDAK MAU JI. Itu khan namanya pemborosan” Katanya sewot tidak jelas

“Sama aja dengan kota lain, sekarang kalau mau ngomong kaya tadi NGGAK NGERTI ngapain ditambah-tambah menjadi NGGAK NGERTI DEH. Sama aja khan, Kata MI atau JI itu cuma pelengkap aja, bisa jadi semacam mempertegas suatu kalimat, lagian boros-boros toh, nggak bikin orang Makassar jadi melarat kok, nggak kayak orang Medan, pelit. Sampai yang gituan aja dihitung” balasku

“Ya nggak, bahasa kami ini-lah yang terbaik loh di Indonesia..bla..bla..bla..bla”

Terserah orang mau bilang apa tentang Makassar, tapi bagiku di Makassar itulah tempat tinggal paling enak, meski cuacanya panas, kotanya nggak bersih-bersih amat, tetapi di Makassar lah saya merasa bisa menemukan hal yang berbeda, yang nggak dimiliki orang-orang yang tinggal di kota lain. Bahasanya, pemikirannya itu yang beda apalagi kulinernya… nggak berat-berat amat kayak Sumatera dan nggak terlalu manis kayak Jawa. Orangnya nggak terlalu keras dan nggak terlalu lembek juga. Orang Makassar itu pekerja keras, tekun dan pemberani. Meski dikenal sebagai orang yang berwatak keras, ternyata sifat itu masih bisa dikompromi. Orang Makassar itu tidak munafik dan apa adanya.

6 thoughts on “makassar mo gang

  1. saya punya pengalaman sendiri waktu main ke Makasar, pertama kesana waktu namanya masih Ujung Pandang, dijemput teman di pelabuhan sore hari, langsung diajak keliling2 sampe tengah malam, entahlah waktu itu tidak ada sama sekali kesan kekasaran orang2 disana, perjalanan ke dua, nama sudah menjadi makasar… dari sejak turun dari kapal, ada nuansa berbeda, dilanjutkan ke rumah teman dan langsung ke kampus unhas… baru saja kami turun dari motor, ditempat parkir sudah ada mahasiswa baku pukul, tak lama berselang di dalam kampus, entah berapa orang teribat tawuran… tp tidak berlangsung lama… mudah mudahan bukan karena efek nama…😀

    Sarah : SepengetahuanQ sih, awalnya mmg brnama makassar br kemudian gnti nm mnjd Ujung Pandang, pd akhirnya kmbli lg mnjd Makassar.. hmm, semoga bukan karena itu, untung sj tdk selalu hal buruk yg terjadi sejak pergantian nama, tetapi hal baik juga selalu menyertai. terima kasih, semoga g kapok2 mampir k Makassar yah 🙂

  2. makassar,,the besttttt…………..

    btw blog skarang sepi yahhh,,ga keak dulu lagi

    Sarah : Iyah, sepi banget, saya akui itu . Saya pribadi, walaupun sepi, g akan ninggalin blog..amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s