Sarah

Me, My Self and I

Saat ini saya telah bekerja pada sebuah perusahaan swasta, kebetulan tuntutan dan rutinitas pekerjaan saya saat ini sangat jauh berbeda dengan tempat saya bekerja dulu. Mulai dari standarisasi pekerjaan, efektifitas hingga masalah target serta dedikasi dan loyalitas menjadi tombak pekerjaan saya.

Dalam pekerjaan saya, ada hal yang akhirnya membuat saya secara tidak sadar menerapkan sebuah standar tertentu dalam mengerjakan sebuah pekerjaan, baik itu dalam proses hingga finalisasi-nya.

Hal ini kemudian membawa saya lebih jauh pada masalah ‘standar’. Akhirnya tuntutan berbagai macam standar mempengaruhi dan merubah saya secara perlahan-lahan. Semua hal diluar pekerjaan saya akhirnya terbawa-bawa dengan ‘standar’ yang biasa saya terapkan, saya sering merasa tidak puas, merasa masih ada yang kurang dan dengan cepat menemukan berbagai kejanggalan yang akhirnya semua itu merubah emosi saya menjadi sering emosi, kritis dan keras hati. Tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang berbeda. Tidak jarang akhirnya saya menyesali sikap saya sendiri, saya tidak merasa bahagia dengan perubahan sikap dan diri saya sekarang ini. Saya tidak merasa menjadi orang yang lebih baik meski sebenarnya orang melihat saya menjadi pribadi yang lebih  dewasa dan cerdas, sebaliknya saya merasa amat bodoh dan hanya ingin dianggap sebagai pemenuhan sebuah ‘standar’

Saya ingin menjadi pribadi yang tetap memiliki sebuah standar dalam pekerjaan, tetapi saya tidak menginginkan berbagai standar dan kesempurnaan dalam kehidupan sosial saya, saya masih ingin menjadi pribadi yang menerima segala kekurangan orang lain dan menjadi pribadi yang lebih sabar menyikapi berbagai persoalan yang tidak pernah sempurna …

To :

My Lovely Bear, maafin aku sekarang sudah sering marah-marah yah

And All of My Friends, maafin jika aku pernah ada salah dalam perkataan dan perilaku yah 🙂

Iklan

4 thoughts on “Me, My Self and I

  1. assalamualaikum..
    sepakat!, tetap jaga jati diri dimanapun kita berada, menurut saya itu baik, dan memang ada yang harus dikoreksi dengan perkara standar pekerjaan kita (system dan pesonality), dan hal yang paling fundamental itu yang sekarang atau mungkin sudah dirasakan neng, yang dituangkan dalam tulisan ini..
    perkara lingkungan (pekerjaan) juga memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kita, tapi bukan berarti kita menyerah begitu saja dengan keadaan, tapi bagaimana kita menyikapinya, berbuat, dan memperbaikinya..
    keep spirit dan jaga amalan 🙂

  2. Kalo orang Jawa Bilang “ngono yo ngono ning ojo ngono”.
    kira2 artinya begitu sich begitu tapi jangan segitunya.
    atau menerapkan standar sich standar tapi segituna standar.
    Kalo standar pekerjaan ya…… jangan sampai mempengaruhi Diri Kita.
    Toh….. Cuma standar Pekerjaan.
    Terus berkarya………. semoga memiliki standar Be Your Self.
    coment-nya lebay ya…………… he… he…he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s