Artikel · Inspirasi

Satu Jari

Kalau kemarin, sempat post Happy, sekarang ini sudah tidak 😦 . Sehari sebelum lebaran, saya membantu Mama memotong dan membersihkan daging sapi yang sudah dibeli Mama dengan berat 6kg untuk membuat Pallubasa (makanan khas Makassar-mirip Coto Makassar). Okeh, Daging Sapi sebanyak 6 kg berhasil membuat tangan saya menjadi kaku, punggung tangan nyeri, satu buah jari telunjuk tumbuh bisul gede mulai dari ruas jari tengah yang kemudian memanjang  mendekati ruas jari atas (mungkin karena cara pegang pisau yang salah saat memotong daging). Alhasil jari telunjukku nggak bisa dibengkokkan dan dikepal. Jari telunjukku ini hanya terus menerus selama 2 hari lebaran hanya dengan pose attahhiyatul (dalam gerakan sholat, ketika duduk, jari telunjuk menunjuk arah kiblat).

Yang lebih nggak asyiknya lagi, jari telunjuk di tangan kananku ini membesar, alias bengkak nggak karuan. Hasilnya, selama lebaran, saya segan dan terkesan tidak sopan karena menghindari bersalaman ^^” jika sudah begitu, saya terpkasa harus menjelaskan. Dan itu terjadi berkali-kali.

Masalahnya, sakitnya bukan seperti bisul biasa. Sakitnya seperti tulang di jariku ini (yang notabene, jari-jariku memang kurus-kurus memanjang) seperti ditusuk-tusuk, nyeri bikin rusak mood dengan penampilan yang semakin menciutkan nyali saya keluar rumah -_-“

Tidak sampai disitu, saya jadi tidak optimal membantu Mama memgurus rumah, susah cuci piring, susah pegang sapu, susah pegang kain pel, susah mengangkat baki untuk minuman tamu, susah pegang gayung untuk mandi 😦 ini aja mengetik nggak pake jari telunjuk, klik – klik mouse udah pake tanda (sorry) Fu*k melulu :green:

Tapi, dengan jari telunjuk yang sedang tidak  bisa diandalkan ini, saya jadi mikir… satu buah jari saja bermasalah, saya sudah kesusahan sampe nangis minta ampun, apalagi dengan saudara-saudara lain yang memiliki keterbetasan fisik, seperti nggak punya tangan, kaki, dan lain-lain. Satu jari aja saya sudah sulit melakukan aktivitas, sementara di luar sana, banyak sekali orang-orang yang harus rela tidak punya tangan sampai siku, atau tidak punya kaki tapi mereka bisa terus hidup dan melakukan aktivitas tanpa menyerah. Misalnya, MTom Dempsey (hanya memiliki satu kaki)- ia adalah atletamerican Football era 1970-an, Sidik pengusaha kiripik singkong yang cacat tanpa kakiHabibie Afsyah Sukses Bisnis Online Meski Cacat,

Paling tidak, saya tidak boleh lagi mengeluh hanya karena 1 jari yang kebetulan sedang sakit, yang insya Allah besok-besok juga akan sembuh… Ya Allah, terima kasih sudah membuka-kan fikiran hambaMu yang sempit ini…

Iklan

3 thoughts on “Satu Jari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s