Sarah

WAKTU

Beberapa hari ini saya berfikir banyak hal. Apapun yang ada di sekitar saya semua sudah mulai nampak berubah, menjadi lebih baik menjadi semakin buruk, semuanya berjalan dengan cepat, dengan lambat.

Di rumah, saya mulai menyadari satu hal, orang tua saya semakin renta, semua orang tahu, orang tua memang akan semakin tua, tetapi saya tidak pernah benar-benar menyadari sampai suatu ketika, saya melihat Mama sedang berbungkuk memegang sapu lidi untuk menyapu halaaman rumah, baru saya sadari ia semakin renta, raga-nya tergerus waktu begitu saja…malamnya, Mama-pun mulai memperdebatkan beberapa hal denganku, rupanya selain raga-nya yang semakin udzur jiwa kedewasaannya pun semakin melemah, waktu menuakan kebijaksanaanya, iyah beliau menjadi seperti anak-anak, semakin sensitif dan keras kepala. Bukankah memang orang yang semakin tua, raga-nya semakin menua, tetapi pikiran-hati-nya semakin ke-kanak-kanak-an? Itu benar. Tetapi setua apapun dan se-kanak-kanakan apapun beliau saat ini, ada satu yang tak bisa dikalahkan waktu. Cinta. Cinta kami tak pernah tergerus waktu, tak menua, tak meremajakan apapun, tetap sama malah semakin membesar.

Di lingkup teman-teman masa kecil saya, yang semuanya sudah menikah, seolah baru diterbangkan ke planet entah berantah, semuanya memiliki kehidupan masing-masing, janji untuk reuni-an tinggal janji. Kami teman masa kecil, para perempuan-peremuan aneh bin ajaib itu memang masih ada, tetapi sudah berada di masing-masing kehidupannya, termasuk saya yang satu-satunya belum menikah (ini curhat colongan ^^ ). Saya tidak marah karena merasa ditinggalkan, saya juga tidak sedih karena harus sendirian, dan tidak lagi ke mall bareng, hang out bareng, jauh sebelum ini terjadi, saya sudah menyadari semua ini memang akan terjadi, jadi jika sudah tahu ini akan terjadi, jadi apa yang harus saya persoalkan? Saya hanya benar-benar takjub, apa yang sudah kami pikirkan, yang sudah kami khawatirkan mengenai ‘perubahan’ kini benar-benar terjadi dan terbukti tidak ada satu-pun dari kami yang bisa mempertanggung jawabkan janji basa basi ‘reunian / arisan harus tetap jalan yang jeung‘.

Lingkungan sahabat-sahabat mantan satu jurusan juga tidak kalah luput dar evolusi waktu. Ada salah satu teman kuliah saya seorang model, penyanyi, bergabung dengan salah satu boyband, dia sekarang sudah hengkang dari group boyband-nya dengan alasan “saya baru sadar, ternyata boyband itu alay“, See? Sekarang teman saya itu sudah grow up rupanya, saya bisa merasakan perubahan luar biasa dari dalam dirinya. Temanku yang lain-nya sudah kerja, sudah ada yang pindah kantor, ada yang nekat resign dari salah satu bank dan sekarang rela menjadi pengangguran demi menjaga prinsipnya, ada yang terus berjalan di tempat, tetap jadi pengangguran dan menginginkan jalan jadi PNS yang katanya ‘nyogok’ aja. Cerita yang terakhir ini, sangat disayangkan, rupanya evolusi dan waktu yang terus berjalan tidak mendewasakan dia Saya prihatin.

Teman kuliah di satu organisasi juga begitu…semuanya berubah, ada yang sukses menjadi pengusaha padahal dulunya tidak bisa diandalkan, ada yang betah jadi bankir dengan karier cemerlang, ada yang jadi ibu rumah tangga dan menikmatinya dengan suka cita, ada yang jadi ‘kuli saham’ yang kerjanya mikirin investasi orang lain (hahaha), ada yang sukses jadi programmer handal. Dan unik-nya ada yang udah kena penyakit kolesterol tinggi dan asam urat! Waow, rupanya teman-teman saya ada yang benar-benar sudah tua…. it’s nice ^^

Di lingkungan kantor…jangan di tanya, semakin lama kita berada di suatu lingkungan dengan orang yang sama selama seminggu penuh, dari pagi-maam, ngalamin banyak tekanan berat, deadine, sedih karena nggak capai target, senang karena capai target, dan lain-lain. Semakin kita mengenal satu sama lain. Mulai ada ceirta ini-itu, suka tidak suka, marah, bertengkar, ketawa, berdebat, diem-diem-an. Semuanya cuma butuh beberapa kata. Nobody is perfect, Sebaik aapun partner kita, seburuk apapun client kita, segalak apapun pimpinan kita, semua cuma butuh ‘toleransi’ dan ‘kompromi’. Karena walau gimanapun, semua orang berbeda-beda, tidak mungkin ada manusia yang benar-benar cocok, yang kita butuhkan berkompromi-lah dengan semua ketidak cocok-an tersebut.

Iklan

One thought on “WAKTU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s