Sarah

Better

Hi, Dunia!

Assalamu Alaikum Wr Wb

Ada sangat banyak cerita yang pengen saya paparkan, ada banyak hal aneh yang  entah bagaimana caranya saya berbagi, bukan karena saya tidak memiliki sahabat-sahabat yang baik, tetapi ini lebih kepada bagaimana saya harus mendeskripsikan berbagai hal yang belakangan ini terjadi.

Tepat 2 bulan yang lalu, saya mengalami patah hati yang konyol, laki-laki yang saya yakini menjadi Mr. Right in the Right Time, ternyata sudah beristri dan saya baru tahu itu setelah setahun kami berjalan. LDR, yup, kami LDR, dan saya adalah orang yang tidak mau mengambil pusing untuk harus selalu komunikasi rutin, karena saya seorang pegawai swasta yang memang belakangan ini memang sangat sibuk, dia juga begitu (pikir saya). Pelan tapi pasti, sesuai feeling (ada yang nggak beres nih), saya mulai berani mengubek-ubek informasi (yang seharusnya saya lakukan sejak dulu) dan wollaaahhh selama ini saya terjebak dengan status ‘simpenan’. Anjrit banget khan… poor me … Saya bersyukur komunikasi kami tidak intens, jadi begitu saya memutuskan ini berakhir, saya tidak mengalami kesulitan besar untuk merasa rindu berkomunikasi. Yang berat bagi saya adalah..kenapa saya bisa terjebak dengan laki-laki yang saya sudah punya firasat…nih pasti laki-laki yang suka bohong…bodohnya, saya sering mengingkari kata hati saya sendiri.

Setelah putus dengan laki-laki yang sama sekali tidak saya benci ini, saya pun tidak marah, tidak juga sedih, karena saya lebih menyalahkan diri saya yang tidak hati-hati, saya kemudian mencoba berfikir positif berikhtiar dan membuka kesempatan untuk diriku sendiri, saya mulai coba berkenalan dengan banyak orang, membangun relasi lebih banyak, bertemu dengan lebih banyak orang, meminta bantuan teman-teman,keluarga untuk dikenalkan pada banyak orang…saya tidak ingin ‘galau’, juga tidak bermaksud mencari ‘pelarian’, tetapi saya lebih ingin membuka mata lebih lebar, jodoh siapa yang tahu, bisa jadi selama ini ada di dekat kita tetapi kita terlalu sibuk untuk terpaku hanya dengan satu orang, saya merasa sangat rugi untuk memikirikan kegagalan di masa lalu.

Akhirnya dari banyaknya media sosial di internet, beragamanya teman, Allah memberikan kesempatan pada saya untuk mengenal banyak orang (terutama pria), tiba-tiba beragam kehidupan mereka datang, berbagai masukan, berbagai type, berbagai kisah hidup, berbagai pengalaman dan berbagai harapan. Saya merasa menjadi orang baru yang lebih bisa menerima berbagai resiko, saya semakin yakin akan ada hal-hal baik yang akan segera menghampiri saya, Meskipun trauma dibohongi itu masih ada..tetapi lewat dukungan sahabat-sahabat saya, mereka meyakinkan untuk tidak terjebak dan berlarut-larut dalam kesedihan (yang saya juga tidak se-sedih itu kok), tidak ada 1 hari di minggu-minggu kemarin air mata saya jatuh untuk laki-laki beristri itu, tidak ada dendam dan juga tidak ingin galau. I’m moving on lebih dari yang saya bisa bayangkan, hikmahnya sekarang saya menjadi orang yang lebih berhati-hati dalam memilih, lebih berhati-hati membuka hati… Semoga Allah memberi petunjukNya, setidaknya saya sudah berusaha mencari jodoh.. ^^” hehe, kira-kira begitulah :p Now, Im ok… ada yang mau daftar? Hahahaha #kabur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s