Cermin

31 minggu sudah umur janinku sekarang… Melewati semester satu yang sedikit ribet dan semester kedua yang menyenangkan tanpa ada rintangan.. Masuk semester ke tiga ternyata penuh cobaan.. Tapi tak mengapa.. Akan kunikmati seluruh prosesnya… Sebagao seorang ibu..sebagai seorang istri..

Ada beberapa masukan dari suadara dan sahabat mengenai adab perilaku kita selama mengandung… Yakni tentu saja tidak membunuh dan menyiksa hewan..nyamuk sekalipun, tidak berlaku kasar, tidak “nakal” dengan laki-laki lain begitupun suami..menghindari hal-hal negatif terhadap perempuan lain. Dan tentu saja memperbanyak ibadah…

Kedua dari terakhir… Yakni tidak neko-neko dengan pasangan yang bukan muhrim. Suatu ketika seorang rekan kerja bertanya padaku “Lu khan pulangnya searah rumah si Ono (laki-laki) tuh..dia naik mobil lho..diturunin aja sama dia”… Aku bukan tidak pernah berfikir tentanh “praktis”nya nebeng ssma Ono. Selain irit budget..saya juga tertolong banget selama hamil ini..karena tidak harus naik motor (ojol) atau angkot yang suka lana banget nyampe rumah..mau naek taxi online..rasanya sayang banget duitnya..tiap hari harus keluar 27-30rb rupiah sekali jalan… Toh, sama Ono sebenarnya bisa sangat membantu dan sebenarnya tidak merepotkan karena rumah ‘sekalian lewat’.. Tapi saya enggan..bukan karena Ono pelit..orangnya baik banget malah… Tapi karena saya teringat suami…

Saya teringat cerita suami saya yang menolak menemani rekannya (perempuan) yang kebetulan mereka sedang dalam perjalanan di sebuah fery untuk dinas. Rekannya memintanya untuk tidur disampingnya..tapi suami saya menolak dan berkata “menghindari fitnah” .. Jujur saya terenyuh dan bertekad akan menjaga adab serupa. Meski saya juga tidak tahu lagi cerita2 yang lainnya. Tapi paling tidak suami saya sedang berinisiatif untuk menghargai dan menghormati hubungan kami. Saya berharap suami saya akan terus begitu. Pun saya akan menjadi cermin baginya. Saya menolak semobil nebeng dengan Ono karena menjaga adab.. Dan mencegah fitnah di lingkungan kerja. Tidak lah masalah bagi saya harus naek angkot 2 kali dan berjalan kaki untuk akhirnya sampai di rumah atau berpanas-panas ria sambil menahan goncangan di perut karena janin yang tendangannya makin liar di atas motor ojol atau ketika ada duit lebih..sesekali akhirnya merasakan kenyamanan di mobil taxi online tapi nggak nyaman di kantong. Semua harus disyukuri. Aku tak ingin banyak mengeluh..biar nanti anakku ini juga bisa kuat..gak pantang menyerah dan belajar menjadi pejuang serta menjaga adab dan norma agamanya.

Aku percaya.. Suami istri adalah sebiaj cermin.. Sedang anak pun demikian.. Jadi penting sekali menjaga adab rumah tangga… Inshaa Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s