Salah

Usia buah hatiku 32 minggu sudah… Memasuki akhir semester.. Gerakannya lincah… Kadang pula saya merasakan kaki kecilnya diregangkan dan nyaris membuatku tak bisa duduk dengan nyaman…atau suatu waktu tidurku harus menahan geli..karena ‘amukan’ kecilnya seperti menggeliat-geliat… Sebagai seorang Ibu yang merasakan langsung setiap detik gerakannya…saya yakin dia tumbuh sehat…

Beberapa orang nulai menegur perubahan fisikku yang tak signifikan…perutku tak kian membesar layaknya ibu hamil 8 bulan. Kecemasan itu tentu saja membayang-bayangi… Tetapi gerakan anakku sekali lagi meyakinkanku bahwa ia sehat! Sampai kemarin…hari minggu..akhirnya aku dan suami mengunjungi dokter yang biasa memeriksaku..awalnya tentu ketemu suster / perawat terlebih dahulu.. Dipersilahkannya aku naik ke timbangan..ia terkejut..akupun demikian.. Di buku konsul jelas tercatat bulan lalu BB (berat badanku) 70kg.. Sekarang malah hanya 68kg. Awaljya suster tak menyadari..aku yang menyadarinya lebih dulu “68…kok turun??” begitu tanyaku..suster memeriksa kartu kontrol dan mencoba mengajakkua mengukur BB dengan timbangan yang lain sambil berkata “kita coba timbangan yg lain dulu y.. Siapa tau timbangan ini rusak”. Aku mengikutinya…ternyata meskipun sudah pindah timbangan…hasilnya tetap sama..68kg. BB ku turun 2 kg dalam waktu sebulan.

Aku mulai shock… Ku elus perutku pelan dan berkata pada buah hatiku “nak..maafkan mama” hanya itu yang berkali kali ku katakan… “Kamu belum lahir aja..mama sudah g becus” kataku menyalahkan diri sendiri dalam hati. Suamiku pun terlihat sama sedihnya.. Aku mencoba beberapa kali menyeka bulir air mataku dan berusaha berfikir positif.. “Nggak..jangan bersedih dulu..bisa-bisa anakku semakin tak sehat..semakin drop..tunggulah sebentar pemeriksaan dokter”…

Aku dan suami bersabar menunggu sampai akhirnya namaku dipanggil suster untuk masuk ruangan…dokter muda yang cantik itu..segera dengan cekatan menekan bawah perutku..dan mulai menempelkan alat USG.. “Dok…berat badanku turun…dan bolehkah saya melihat anak saya 4D?” kataku lirih dengan sedikit antusias.. Aku bahagia melihat alat USG. Saya yakin semua ibu hamil senang melihat alat itu…karena semacam “video call” dengan si buah hati. Dokter tersenyum dan mengangguk pelam mengiyakan lalu ia mulai memeriksa alat USGnya…

“Bayinya sehat…kita coba cek aliran suplai darahnya y…” sssssrrrrr.. Terdengar seperti desiran air yang mengalir kencang..lalu dokter mengangguk “sekarang kita dengar degup jantungnya”.. Deg deg deg..suara degup jantung yang diperdengarkan dokter seperti membahana.. Lalu ia menunjuk ke layar “suplai darah lancar..degup jantung juga stabil.. Pertanda bagus” katanya.. Aku lega… “Sayang kita nggak bisa scan 4D. Ini mukanya terhalangi plasenta tapi tenang ini bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Posisinya masih bisa berubah” katanya.. Aku menatap suamiku sekilas.. Aku sedikit kecewa.. “Nah coba liat ini..” kata dokter..aku dam suami menoleh ke layar.. Aku tersenyum.. Memang ada sekelabat bayangan di depan wajah anakku…tapi samar aku bisa melihat bentuk kepalanya.. Melihat matanya..hidungnya..mulutnya.. Kepalanya juga sesekali mengangguk pelan.. Aku sempat melihat tangannya… Rasa rinduku untuk melihatnya di layar USG terobati sudah..meski bukan 4D tapi aku bahagia..sudah melihat sekilas wajahnya.. Tidak terlihat memang akan mirip siapa.. Tapi tidak masalah..

“Dok…berapa beratnya?” tanyaku “karrma BB ku turun” kataku lagi.. Dia lalu berkata “iya yah.. Badanmu turun.. Okeh sebentar saya cek dulu” dia lalu berjalan menuju meja kecilnya dan memeriksa kartu kontrol “iya BB mu turun. Alat bacanya anakmu 7 bulan tapi sebenarnya sedang memasuki 8 bulan. Kamu harus tambah BB mu. Di pemeriksaan sebelumnya HPL mu saya dapatnya dibulan November…tapi di alat bacanya Desember.. Berarti benar ini karena alat bacanya perkembangan janinmu masih 7 bulan padahal sudah memasuki 8 bulan. 2 mimggu lagi kamu datang kembali yah dan pastikan Berat Badanmu sudah naik” pintanya dengan nada bicara yang lumayan cepat kayak kereta api.

Aku lega… Memang ku akui..kesalahanku yang membuat buah hati kami jadi seperti kurang gizi… Tapi selebihnya aku bersyukur dia tetap sehat dan pasti juga tengah berjuang.. Maafkan mama.. Mama janji akan semakin sehat. Nutrisi penting untukmu akan mama serap baik-baik. Maafkan mama nak…

Sungguh…

Satu respons untuk “Salah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s