Tak Tersisa

Suatu hari selama bermiggu-minggu lamanya, saya duduk terdiam mengamati wajah anak saya yang seakan penuh cahaya. Di antara kelopak mata yang terutup, jejeran bulu mata dan alisnya yang lebat..saya menemukan kedamaian tersendiri. Saya mafhum bahwa inilah cinta sejati… Dan iya, ernyata bukan hanya suami yang merubah saya…tetapi anak saya juga memberikan perubahan besar, penilaian yang besar dan makna yang sangat besar untuk hidup saya.

Seingat saya, menemukan kedamaian batin luar biasa seperti ini hanya saya peroleh dari wajah suami saya yang tetidur, ternyata di wajah anak saya yang tertidur pun, saya menemukannya… Saya pernah mengatakan pada suami saya, “Alhamdulillah, sekarang saya memiliki alasan lain untuk hidup selain kamu…”. Sebuah kekuatan besar merubah pendirian saya. Sejak tamat kuliah, saya sudah memilih untuk bekerja kantoran. Berbagai industry sudah saya jejali. Production House, Bank, Entertainment, Property, MICE, Restoran / FnB, Start Up hingga yang terakhir Good Consumer. Keliling Indonesia dan sudah ke beberapa negara juga sudah saya jabani, berbagai tingkatan level bawah hingga menengah dan menengah-atas sudah kucicipi. Lalu, apa lagi???

3

Kehadiran buah cinta saya, Najwa menyadarkanku sekali lagi bahwa tidak ada yang jauh lebih penting selain anak…selain keluarga… “saya harus keluar dari lingkaran dunia kantoran”.

Saya ingin mentutaskan segalanya untuk anak saya. Saya ingin dia menyita seluruh tenaga dan waktu saya  hingga tak lagi tersisa…

Memang benar, banyak yang menyayangkan. Bahkan Ibuku sendiri berkata “Yang sudah bias a kantoran, trus tiba-tiba nggak kerja lagi..rasanya nanti nggak enak loh..nggak ada duit sendiri”, atau bisikan seperti “yakin, bakal kuat? Nanti nggak gaul lagi keluar-keluar sama teman-teman, nggak ada lagi alasan biar bisa hang out seru-seruan loh” atau bahkan bisikan “Asal setelah jadi ibu rumah tangga, jangan jadi lemot aja kayak ibu-ibu yang tau-nya cuma gossip lorong”. Semuanya saya tampung dan saya fikirkan.. Saya harus bisa menerima konsekuensinya apabila ternyata nanti akan menyesal. Will see… tiba-tiba teman nyeletuk “kalau ada yang nawarin jadi manager or direktur..mau gak?”.. Ïya MAULAH” jawabku!

Satu respons untuk “Tak Tersisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s